Outlook Bisnis Properti Smester, II/’17 Sub Sektor Perumahan

Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi Juli 2017 menurunkan ulasan tentang outlook bisnis properti pada semester II 2017. Di sub sektor perumahan. Laportasn utama MPI menyatakan bahwa masyarakat kelas ...

  • propertidata
  • 2017.07.07
  • 825

    view

  • Outlook Bisnis Properti Smester, II/’17 Sub Sektor Perumahan

    Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi Juli 2017 menurunkan ulasan tentang outlook bisnis properti pada semester II 2017. Di sub sektor perumahan.

    Laportasn utama MPI menyatakan bahwa masyarakat kelas menengah bawah masih menjadi segmen pasar yang menjanjikan untuk digarap serius di tengah lesunya bisnis properti dalam tiga tahun terakhir. “Kelas menengah ini masih antusias terhadap produk-produk properti di saat kalangan menengah ke atasnya masih banyak pertimbangan sebelum membelanjakan uangnya di sektor ini,” kata Adrianto.

    Baiknya segmen pasar perumahan menengah bawah juga diungkapkan Direktur Keuangan PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) Olivia Surodjo. Menurutnya kinerja penjualan perusahaannya terbantu oleh penjualan menengah ke bawah.

    “Kalau yang lain mungkin susah kare- na tidak punya proyek middle low, kita terselamatkan. Selagi ada orang yang menikah, mereka akan membutuhkan rumah. Mereka membeli karena memang membutuhkan, bukan untuk investasi, Tapi di akhir tahun 2016 penjualan rumah kelas menengah ke atas mulai meningkat. Hampir tiap bulan sales kita mengalami kenaikan selalu lebih tinggi dari sebelumnya,”terang Olivia.

    Menurut Olivia penjualan rumah kelas menengah atas didongkrak oleh kebijakan pengampunan pajak yang tengah gencar digulirkan pemerintah. Pengampunan pajak, membuat para pemilik uang menyimpannya dalam bentuk aset berupa perumahan. “Kami cukup beruntung terbantu kebijakan tax amnesty,” kata Olivia.

    Faktor pemicu lain, ujar Olivia, ialah kebijakan pemerintah mengenai peru bahan penghitungan PPH fi nal yang semula 5% menjadi 2,5%. Untuk mendongkrak penjualan perumahan menengah ke atas, kata Olivia, Metland menggunakan strategi membangun rumah mewah di bawah Rp2 miliar dengan pembayaran fl eksibel dengan cicilan uang muka yang lebih panjang.

    Sementara Ali Tranghanda, CEO Indonesia Property Watch (IPW), mengatakan, pasar perumahan segmen menengahatas bukan kehilangan daya beli. Pasar hanya dalam posisi menunggu disamping banyaknya investor yang masih memegang barang dan belum memutar kembali investasinya. Apalagi bila dikaitkan dengan iklim politik yang relatif akan membuat pasar menunggu.

    Namun, dengan selesainya amnesti pajak per Maret 2017, beberapa pembangunan infrastruktur yang terus digenjot, dan tren perekonomian nasional yang membaik, maka paling tidak di semester
    II/2017 agaknya pasar akan terlihat lebih nyata. “Melihat pergerakan pasar perumahan saat ini, IPW semakin percaya bahwa titik balik pasar perumahan memang benar telah terjadi dan pasar mulai mengikuti tren positif ke depan,” ujar Ali. Kawasan Tangerang diproyeksikan masih menjadi pilihan masyarakat bertempat tinggal. Kodisi itu bercermin pada posisi median harga Rumah.com Property

    Market Index menjelang berakhirnya kuartal I 2017 yang mencatatkan harga tertinggi sejak dua tahun terakhir. Country Manager Rumah.com, Wasudewan menuturkan median harga untuk residensial pada rentang Rp600 juta – Rp1 miliar di Tangerang mengalami indikasi kenaikan dari kuartal I 2017 (Q1) menjelang minggu ketiga kuartal II 2017.

    Dalam kurun 2015 – 2016, tiap kuartal harga rumah di Tangerang terus naik dari Rp8,68 juta hingga Rp9,17 juta di akhir kuartal. Penurunan harga 1,05% baru terjadi dari kuartal IV 2016 menuju kuartal I/2017. Dari sisi pasokan, Rumah.com Property Market Index juga mencatat pada kuartal II dan III 2016, pasokan hunian di Tangerang tumbuh 2% dan 3%.

    Namun pada kuartal IV-2016, turun 6%. “Sayangnya, pasokan hunian di Tangerang ternyata malah menurun pada kuartal akhir tahun lalu. Namun inilah yang bisa jadi kesempatan pengembang untuk terus berinovasi melahirkan lebih banyak proyek di area favorit ini,” kata Wasuwedan.

    Tangerang memang menjadi wilayah berkembang lantaran memiliki karakteristik kinerja ekonomi dalam kota yang berubah secara signifi kan dalam 5-10 tahun terakhir.

    (Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui: https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia lebih praktis dan lebih ekonomis).

    mpi-update.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci