Ditawarkan Apartemen 500 Jutaan di Cikarang

Big Banner
The Oasis CikarangThe Oasis Cikarang

Propertinet.com – PT Cowell Development melalui anak usahanya PT Nusantara Prospekindo Sukses (NPS) menawarkan proyek apartemen terbaru mereka bertajuk Acacia di kawasan The Oasis Cikarang, Bekasi, Jawa Barat mulai dari harga Rp500 jutaan.

Direktur Sales & Marketing NPS Supriantoro menuturkan Acacia dengan kapasitas 702 unit merupakan tower kedua setelah sebelumnya perusahaan mengembangkan tower Mahogany dengan kapasitas 624 unit.

Kedua bangunan tersebut memilki luasan gedung yang serupa, tetapi Acacia lebih banyak menyediakan unit tipe studio dengan komposisi mencapai 70%. 

Perusahaan menawarkan tiga tipe unit, yakni studio dengan luasan 29 m2, satu kamar tidur sebesar 44 m2, dan dua kamar tidur berukuran 59 m2. Harga per unit ditawarkan mulai dari Rp500 jutaan sampai dengan Rp1,1 miliar.

Supriantoro menuturkan potensi sewa yang cukup tinggi juga membuat investor mengambil hunian setinggi 26 lantai tersebut.

“Tipe studio dapat disewakan dengan biaya Rp140 juta, sehingga pembeli mendapatkan imbal hasil maksimal 4 tahun,” ujarnya di Jakarta, Rabu (19/8/2015)

            Baca Juga!

 

Sebagai kawasan industri, Cikarang menyediakan pasar yang potensial. Jumlah ekspatriat Jepang mencapai 5.000 orang dan Korea Selatan 4.000 orang, sehingga Ibu Kota Kabupaten Bekasi tersebut kerap disebut sebagai mini Asia.

Total pekerja asing sendiri mencapai 15.000 orang yang berasal dari China, Malaysia, Amerika Serikat, Jerman, Belanda, Australia, dan Inggris.

Adapun jumlah pekerja lokal mencapai 600.000 orang, sehingga membuat kawasan industri Cikarang menjadi sasaran empuk untuk berinvestasi properti.

Terkait konstruksi, NPS menargetkan pemancangan tiang perdana tower Acacia dapat dilakukan pada 29 Agustus 2015. Pengembangannya diperkirakan rampung pada akhir 2017.

Supriantoro mengatakan perusahaan setidaknya menanamkan dana investasi sebesar Rp400 miliar. Terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar yang menyebabkan membengkaknya material bangunan, lanjutnya, sudah diperhitungkan perseroan.

Menurutnya situasi tersebut tidak terlalu signifikan menaikkan biaya pengembangan sehingga NSP tetap mengalokasikan dana sebesar Rp400 miliar.

propertinet.com