Pasaran Rumah di Semarang Berkisar Rp900 Juta-Rp1 Miliar

Big Banner
JAKARTA – Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Wilayah V Jateng-DIY mencatat pasar properti di Semarang untuk pasokan rumah primer sudah tidak banyak berkembang. Namun, pasokan rumah sekunder semakin meningkat, meski harga rumah tipe tersebut cukup tinggi.

Kepala BI Kanwil V Jateng-DIY Iskandar Simorangkir menjelaskan, kondisi perkembangan harga rumah menengah secara umum pada triwulan II 2015 terlihat mengalami pertumbuhan.

Secara rata-rata, harga rumah menengah pada periode tersebut meningkat 2,78 persen dibandingkan dengan triwulan pertama, sedangkan harga tanah pada triwulan kedua meningkat 3,23 persen dibandingkan dengan triwulan pertama.

“Kenaikan harga rumah tertinggi berada di wilayah Semarang tengah sebesar 3,49 persen, diikuti Semarang selatan 3,28 persen,” kata dia di Semarang, Sabtu (22/8/2015)

Rata-rata harga rumah pada triwulan kedua 2015 sebesar Rp900 juta. Untuk rumah di wilayah Semarang barat dan Semarang selatan harganya mendekati Rp1 miliar.

Kenaikan harga tanah tertinggi berada di wilayah Semarang selatan diikuti Semarang tengah, masing-masing 3,98 persen dan 3,69 persen. Khusus untuk wilayah Semarang kenaikan harga disebabkan oleh peningkatan aktivitas komersial dan perumahan.

Untuk kondisi perkembangan rumah menengah atas secara umum pada triwulan kedua terlihat mengalami pertumbuhan. Kenaikan harga tanah dan rumah untuk pasar sekunder terjadi secara merata pada keseluruhan wilayah Semarang dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 1,9 persen untuk harga tanah dan dua persen untuk harga rumah.

(mrt)

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me