Pengembang Masih Wait and See Sikapi Lesunya Ekonomi

Big Banner

JAKARTA, jktproperty.com – Kalangan pengembang mengaku masih bersikap wait and see melihat melesunya perekonomian nasional dalam beberapa bulan terakhir ini. Meskipun mereka mengaku tetap melanjutkan pembangunan proyek yang tengah on going, sebagian besar pengembang memilih berhati-hati dalam melakukan ekspansi, khususnya untuk proyek-propyek properti middle-up.

So far [proyek] yang tengah berjalan tidak ada yang ditunda. Kami juga sedang mempersiapkan beberapa project dan tinggal menunggu momentumnya untuk kita launch,” ujar Direktur Marketing Agung Podomoro Group Indra W. Antono kepada jktproperty.com.

Menurut dia, selain fokus pada penyelesaian proyek-proyek yang tengah dibangun, Agung Podomoro juga tengah mempersiapkan me-launch 43.000 unit apartemen di kawasan Cimanggis, Bogor, yang akan dijual ke pasar dengan harga Rp300 jutaan per unit. “Seluruh aspek masih kita urus dan target akhir tahun ini bisa kita launch,” katanya.

Sementara itu Dirut PT Duta Anggada Realty Ventje Suardana yang dihubungi jktproperty.com mengatakan hal yang sama. “Tidak ada penundaan proyek. Semua proyek yang tengah berjalan tetap kami bangun sesuai target,” tutur Ventje.

Hanya saja, demikian Ventje, untuk proyek-proyek baru Duta Anggada masih bersikap wait and see. “Tunggu dulu-lah, situasi ekonomi makro masih belum mendukung untuk kami melakukan ekspansi membangun proyek-proyek baru.”

Secara terpisah pihak PT Intiland Development Tbk. menyatakan menunda sejumlah proyek pembangunan kawasan terpadu seiring kondisi pasar properti yang tidak kondusif. Menurut Corporate Secretary Intiland Theresia Rustandi, perseroan telah menyiapkan sejumlah proyek masuk dalam rencana pengembangan a.l. yang rencananya di-launch dalam waktu dekat adalah pembangunan tahap dua Graha Golf di Surabaya. “Persiapan sudah jalan, tapi kalau pasarnya tidak siap dan kami tetap ngotot masuk ya hancur,” ujarnya.

Sebelumnya, Intiland sukses menjual unit kondominium Graha Golf tahap pertama yang terdiri dari dua menara dengan kapasitas per menara mencapai 79 unit. Intiland memperkirakan nilai penjualan dua menara tersebut mencapai Rp316 miliar. Intiland belum berencana mengubah target marketing sales sebesar Rp3 triliun untuk tahun ini meskipun hingga semester I/2015, realisasi marketing sales baru mencapai Rp496,7 miliar atau hanya 16,5% dari target keseluruhan tahun ini. (DHP)

jktproperty.com