Kredit Properti Turun Tipis

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Perkembangan kredit konsumsi properti secara tahunan pada triwulan II-2015 tercatat sebesar 9,92 persen atau menurun 1,64 persen dibandingkan pertumbuhan pada triwulan I-2015 yang mencapai 11,56 persen.

Dalam survei properti komersial yang dihimpun Bank Indonesia (BI), pertumbuhan kredit untuk kepemilikan flat/apartemen, khususnya tipe di atas 70, dan ruko/rukan tercatat mengalami kontraksi pada triwulan II-2015.

Pertumbuhan kredit flat/apartemen tumbuh hanya sebesar 4,42 persen, sementara kredit ruko/rukan minus 27,69 persen. Padahal, pada kuartal sebelumnya, pertumbuhan kredit masih positif yakni masing-masing sebesar 5 persen dan 5,40 persen.

Di sisi lain, kinerja suku bunga perbankan, khususnya suku bunga kredit konsumsi  untuk pemilikan flat/apartemen dan ruko rukan terlihat mengalami peningkatan pada triwulan II-2015.

Kenaikan tipis pada penjualan properti komersial baik sewa maupun jual terindikasi dari kinerja kredit, khususnya kredit pemilikan flat/apartemen tipe kecil dan menengah yang juga menunjukkan hal serupa.

www.shutterstock.com Ilustrasi.

Stagnan

Secara umum, BI melaporkan kinerja properti komersial jual di wilayah Jabodebek pada triwulan II-2015 relatif stagnan, kecuali kompleks pergudangan yang mengalami peningkatan seluas 90 hektar. Kondisi pasokan yang stagnan juga terjadi pada sejumlah daerah seperti Banten, Batam, dan Makassar.

Sedangkan penjualan properti komersial masih menunjukkan pertumbuhan tipis di tengah pasokan yang relatif stagnan. Hal ini terjadi pada segmen apartemen dan lahan industri yang naik tipis 0,12 persen dan 0,07 persen. Pertumbuhan tipis penjualan properti komersial juga terjadi di Banten, Bandung dan Makassar.

Kendati pasokan dan penjualan relatif stagnan, namun harga jual properti komersial di wilayah Jabodebek pada triwulan II-2015 malah meningkat baik secara trwiulanan maupun tahunan. Bahkan, kenaikan harga jual terjadi pada semua segmen.

Pertumbuhan harga jual positif tersebut khususnya terjadi pada lahan industri. Di Jabodebek harga lahan industri melonjak 24,31 persen secara triwulanan atau 64,97 persen secara tahunan. Sedangkan di Banten tumbuh 9,04 persen secara kuartalan dan 21,49 persen secara tahunan.

properti.kompas.com