Konversi ke Rupiah, Tarif Sewa Perkantoran Premium Naik 35 Persen

Big Banner

Perusahaan konsultan properti Colliers International Indonesia menyebut tarif sewa perkantoran di kawasan pusat niaga (central business district/CBD) di Jakarta melonjak 35% sebagai dampak dari kewajiban penggunan rupiah dalam transaksi domestik.

Ferry Salanto, Associate Director Research Colliers, mengatakan lonjakan tarif tersebut terjadi untuk perkantoran di segmen premium dan grade A.

“Sementara itu rata-rata tarif sewa semua kelas naik 17%,” ujarnya seperti dikutip dari Harian Bisnis Indonesia.

Colliers mencatat tarif sewa perkantoran naik dari Rp257.543 per meter persegi per bulan menjadi Rp300.519. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Rupiah dibuka Rp14.100 per Dollar AS. Dalam setahun terakhir, kurs Rupiah melemah hingga 21%.

Bank Indonesia mewajibkan transaksi domestik menggunakan rupiah per 1 Juli 2015. Sejak saat itu, tarif sewa kantor dalam denominasi rupiah menjadi jauh lebih mahal seiring dengan depresiasi rupiah.

Kini, Colliers mencatat, sebanyak 19 perkantoran di area CBD telah mengkonversi tarif sewa dalam rupiah.

Kendati tarif sewa dalam rupiah melonjak, rata-rata tarif sewa dalam dollar AS naik secara moderat. Collier mencatat beberapa perkantoran menaikan tarif sewa rata-rata US$5. Angka ini membuat rata-rata tarif sewa menjadi US$38,48 atau naik 3,3% secara kuartalan.

Di luar kawasan CBD, tarif sewa kantor rata-rata Rp189.624 sedangkan dalam denominasi dollar AS naik 5% menjadi US$23,32.

Di kawasan perkantoran TB Simatupang, 19 dari 24 kantor masih menerapkan tarif sewa dalam dollar AS. Tarif sewa di 19 kantor tersebut mencapai US$23,41 pada kuartal II 2015.

Collier memperkirakan konversi tarif sewa ke rupiah akan mendorong penurunan tipis pada tarif sewa rata-rata per bulan. (as)

ciputraentrepreneurship.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me