Utang yang Bisa Bikin Kaya Raya, Ga Percaya Kan?

Ilustrasi (Rumah123/iStockphoto)Mungkin nggak sih kalau kamu jadi juragan properti yang punya apartemen, rumah, ruko, rukan, atau tanah. Mungkin aja, nggak ada yang nggak mungkin. Semua bisa dilakukan ...

  • propertidata
  • 2017.08.02
  • 1455

    view

  • Utang yang Bisa Bikin Kaya Raya, Ga Percaya Kan?



    Ilustrasi (Rumah123/iStockphoto)

    Mungkin nggak sih kalau kamu jadi juragan properti yang punya apartemen, rumah, ruko, rukan, atau tanah. Mungkin aja, nggak ada yang nggak mungkin. Semua bisa dilakukan meskipun memang susah.

    Kalau kamu berusaha untuk menabung untuk membeli properti, ya paling banter kamu hanya bisa membeli satu atau kalau beruntung kamu bisa punya dua properti seumur hidup.

    Baca juga: Ramadan Bikin Sepi Pasar Properti? Siapa Bilang?

    Kamu tuh nggak mungkin menabung uang dalam jumlah banyak dan dalam tempo singkat kalau kamu tergolong 6 P (Pergi Pagi Pulang Petang Penghasilan Pas-pasan).

    Kenaikan gaji, jumlah uang yang ditabung nggak akan sebanding dengan kenaikan harga properti yang terus melambung tinggi. Ibaratnya penghasilan kamu kayak odong-odong alias jalan di tempat, sementara kenaikan harga rumah melesat bak mobil Ferrari.

    Baca juga: Hanya 17,8 Persen Generasi Milenial Bisa Beli Hunian, Sisanya Masih Ngontrak!

    Truz gimana dong kalau mau jadi juragan properti. Nah, kamu mesti memahami yang namanya leverage.

    Leverage adalah strategi investasi dengan meminjam uang kepada pihak lain dengan harapan kalau pendapatan investasi lebih tinggi dari bunga yang dibayarkan.

    Baca juga: 3 Kota yang Gak Ramah pada Penyewa Hunian

    Tujuan dari leverage ini sih adalah meminjam dana dari pihak lain untuk mengelola aset yang lebih besar dan menikmati pengembalian keuntungan yang lebih besar dari aset yang dimiliki.

    Laman properti Realestaste melansir cara leverage dengan dua contoh yang bisa kamu pahami dengan mudah lho.

    Baca juga: Nilai Tukar Mata Uang Melemah, Saatnya Beli Properti

    Contoh pertama, tidak ada utang atau leverage. Kalau kamu memiliki uang Rp 100 juta dan kamu menyimpannya di bank, kamu akan mendapatkan keuntungan bunga 10 persen per tahun.

    Dalam satu tahun, investasi kami akan menjadi Rp 110 juta dan kamu mendapatkan keuntungan per tahun Rp 10 juta.

    Baca juga: Asyik, Jakarta Masih Ramah untuk Para Penyewa Rumah

    Kalau kamu melakukan hal ini, maka kamu tidak memiliki utang. Semua keuntungan yang didapatkan sudah jelas jadi milik kamu dong.

    Contoh kedua, menggunakan utang dan leverage. Kalau kamu memiliki Rp 100 juta dan meminjam Rp 400 juta untuk membeli properti senilai Rp 500 juta.

    Baca juga: Saat Pasokan Hunian Berlebih, Penyewa Bisa Nego Harga Lho

    Kalau asumsinya masih sama yaitu kenaikan investasi 10 persen, tetapi kamu harus membayar bunga 5 persen dari uang yang kamu pinjam.

    Setelah satu tahun, properti kamu yang bernilai Rp 500 juta ini naik menjadi Rp 550 juta. Kamu masih memiliki keuntungan Rp 50 juta, meski kamu harus membayar pinjaman sebesar Rp 20 juta. Nah, kamu masih untung Rp 30 juta kan? By the way, ini sekedar ilustrasi lho.

    Baca juga: Kenaikan Harga Rumah Sudah Dua Digit! Kamu Sudah Investasi Rumah, Belum?

    Hmm, jadi siapa bilang kalau utang itu bikin beban? Utang bisa diubah menjadi produktif kalau kamu membeli aset produktif seperti properti.

    Sebelum berutang ke perbankan atau lembaga keuangan lainnya, ada baiknya kamu memperhitungkan besar cicilan dan bunga dibandingkan dengan proyeksi pengembalian investasi. Selamat berinvestasi properti.

    rumah123.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci