Okupansi Naik, Tarif Properti Komersial Sewa Kian Tinggi

Big Banner

JAKARTA – Survei Perkembangan Properti Komersial yang dilakukan Bank Indonesia selama kuartal II-2015 memperlihatkan tingkat hunian properti komersial sewa di Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodebek) meningkat tipis dibandingkan kuartal sebelumnya.

Kondisi ini tercermin dari tingkat hunian properti ritel sewa di Jabodebek yang meningkat dari 96,90 persen menjadi 97,34 persen (quarter to quarter/qtq), apartemen sewa yang meningkat dari 81,33 persen menjadi 88,11 persen (qtq), convention hall dari 68,22 persen menjadi 79,88 persen (qtq), maupun okupansi hotel bintang tiga ke atas yang meningkat dari 54,04 persen menjadi 55,99 persen (qtq).

Hanya saja secara tahunan, beberapa properti komersial sewa di Jabodebek, seperti perkantoran dan perhotelan tercatat menurun dibandingkan kinerja periode yang sama tahun sebelumnya. Tingkat hunian properti komersial sewa yang meningkat tipis ini juga terjadi di sejumlah kawasan.

Kenaikan tingkat hunian yang cukup signifikan terjadi pada convention hall di Jabodebek, yaitu 17,09 persen (qtq) atau 25,53 persen (year on year/yoy). Di samping lantaran suplai yang menurun, kenaikan ini disebabkan banyaknya kegiatan pameran dari berbagai sektor, seperti fashion, furnitur, teknologi, dan acara wisuda.

Tingkat hunian yang cukup tinggi juga terjadi pada apartemen sewa, yaitu 8,34 persen (qtq) atau 4,86 persen (yoy) karena tingginya permintaan dari ekspatriat yang mulai bekerja di Indonesia pada awal pertengahan 2015.

Sejalan dengan kenaikan tipis pada tingkat hunian, tarif sewa properti komersial di Jabodebek secara kuartalan juga menunjukkan kenaikan. Kenaikan tertinggi tarif hotel di wilayah Jabodebek terjadi di hotel sebesar 9,37 persen (qtq) sejalan dengan banyaknya kegiatan meeting dan apartemen sewa yaitu 5,75 persen (qtq).

(rtw)

property.okezone.com