Pengawasan Makin Ketat, Broker Lirik Properti Luar Negeri

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Pengawasan ketat Pusat Pelaporan Transaksi Keuangan (PPATK) terhadap praktek pencucian uang (money laundry) mulai berdampak terhadap sektor properti. Para pemilik uang semakin berhati-hati membelanjakan uangnya ke sektor ini karena tidak ingin sumber dananya diketahui.  Sesuai aturan yang berlaku transaksi Rp500 juta ke atas harus dilaporkan ke PPATK. Menurut Riduan Goh, Direktur Era Vigo, perusahaan agen properti nasional, akibat aturan ini pembelian property termasuk di pasar seken merosot drastis.

Ilustrasi

Ilustrasi

“Para pemilik uang pada enggan membeli property.  Akibatnya bisnis broker properti ikut melemah bahkan beberapa kantor agen properti sudah mulai banyak yang tutup,” kata Riduan pada acara perkenalan Platinum One, proyek apartemen di Inggris, di Jakarta, Kamis (27/8).

Platinum One adalah proyek apartemen yang dibangun Golden Sand Development UK Ltd di Kota Bradford, Inggris. Riduan mengatakan, pihaknya memasarkan Platinum One di Indonesia agar tetap eksis di tengah melemahnya pasar property di dalam negeri. Ia tertarik memasarkan property luar negeri karena persyaratannya mudah dan harganya terjangkau. Sampai saat ini belum banyak yang mengetahui tentang hal ini. Tahunya apartemen di luar negeri mahal.

“Kalangan broker juga masih banyak yang belum tahu bagaimana caranya memasarkan properti di negara lain. Padahal potensinya sangat besar karena yang punya uang di sini sangat banyak. Kami sendiri saat ini sudah lebih banyak memasarkan properti luar negeri, porsinya sudah mencapai 60 persen dibandingkan memasarkan produk lokal,” jelasnya.

Riduan menyebut Inggris, Australia, dan Amerika Serikat (AS) adalah negara-negara dengan bisnis properti yang cukup baik dan cocok dibeli orang Indonesia. Properti di tiga negara itu layak dilirik karena pasar properti di Singapura tengah mengalami siklus penurunan. Koreksinya mencapai 20 persen.

Ia menyebutkan kenaikan harga apartemen di Inggris pelan tapi pasti. Konsumen asing yang mau menjual propertinya bisa langsung dijual tanpa harus menjual terlebih dahulu kepada orang lokal seperti yang berlaku di Australia.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me