Crown Group Raih Transaksi Rp3,8 Triliun Hanya dalam Satu Hari

Big Banner

Bisnis.com, JAKARTA—Crown Group Holdings, perusahaan pengembang yang berbasis di Sydney, Australia, mengumumkan nilai transaksi penjualan Infinity by Crown Group di seluruh negara mencapai Rp3,8 triliun dalam 1 hari.

Pada Sabtu (29/8) lalu peluncuran bangunan senilai Rp5,75 triliun itu dilakukan serentak di Sydney, Indonesia (Jakarta, Bali, dan Surabaya), Singapura, Malaysia, serta Los Angeles, USA. Berdasarkan peraturan pemerintah Australia, jatah pembeli lokal dan asing berbanding 70:30.

Di Sydney, perusahaan membukukan penjualan Rp1 triliun pada satu jam pertama, dan Rp1,7 triliun pada satu jam berikutnya.

Sedangkan pasar di kawasan Asia Tenggara memberi kontribusi sebesar Rp500 milyar,  dengan pembelian dari Indonesia menyumbang Rp400 milyar.

Head of Crown Asia Michael Ginarto, mengatakan kesuksesan penjualan produknya menegaskan kualitas dan kepercayaan pasar yang semakin tinggi terhadap perusahaan, terutama konsumen di Indonesia.

“Hal ini juga membuktikan bahwa investasi property di Sydney adalah salah satu bentuk investasi terbaik di kawasan Asia. Ini tercermin dari mayoritas pembeli di Indonesia adalah investor, kemudian disusul oleh mereka yang ingin menyekolahkan anaknya,” ujarnya melalui siaran pers, Senin (31/8/2015).

Pengerjaan bangunan setinggi 20 lantai tersebut akan dimulai di penghujung  2015 dan direncanakan rampung pada  2019.

CEO Crown Group Iwan Sunito menuturkan Infinity merupakan hunian mewah yang mencakup 326 unit apartemen dan 75 kamar hotel.

Untuk apartemen, perusahaan menawarkan 4 tipe, yaitu studio, 1 kamar tidur, 2 kamar tidur, dan 3 kamar tidur atau penthouse. Harga dipasarkan mulai dari Rp6,5 miliar per unit sampai dengan Rp80 miliar per unit.

Sebelumnya, Crown hanya menargetkan pembeli di Tanah Air memberikan kontribusi sebesar AUS$30 juta atau sekitar Rp300 miliar saja. Namun, dengan transaksi yang sudah berlangsung, Iwan yakin Indonesia memiliki potensi pasar yang kuat.

Perihal perekonomian tanah air turut mengalami kelesuan akibat pelemahan secara global, dia berpendapat investor lokal tetap  memunyai kemampuan daya beli yang tinggi. Sebagai contoh, sekitar 70% sampai dengan 80% konsumen mancanegara properti di Singapura ialah Indonesia.

“Dalam kondisi resesi, biasanya yang kuat tetap bertahan dan masih sanggup untuk melakukan investasi,” katanya.

properti.bisnis.com