Crown Raih Rp3,8 Triliun dari Penjualan Apartemen Mewah Infinity

Big Banner

JAKARTA, jktproperty.com – Crown Group Holdings, perusahaan properti yang berbasis di Sydney, Australia, pekan ini mengumumkan nilai transaksi penjualan propertinya yang cukup spektakuler. Hanya dalam satu hari perusahaan properti itu mampu menjual hunian vertikal mewah Infinity dengan meraih transaksi penjualan Rp3,8 triliun.

Crown Group pada akhir pekan lalu me-launch Infinity secara serentak di Sydney, Indonesia (Jakarta, Bali, dan Surabaya), Singapura, Malaysia, serta Los Angeles, AS. Berdasarkan peraturan pemerintah Australia, jatah pembeli lokal dan asing berbanding 70:30. Di Sydney, perusahaan membukukan penjualan Rp1 triliun pada satu jam pertama, dan Rp1,7 triliun pada satu jam berikutnya. Sedangkan pasar di kawasan Asia Tenggara memberi kontribusi sebesar Rp500 miliar, dimana pembeli Indonesia memberikan konstribusi transaksi sebesar Rp400 miliar.

Head of Crown Asia Michael Ginarto melalui siaran persnya mengatakan kesuksesan penjualan produknya menegaskan kualitas dan kepercayaan pasar yang semakin tinggi terhadap perusahaan, terutama konsumen di Indonesia. “Hal ini juga membuktikan bahwa investasi property di Sydney adalah salah satu bentuk investasi terbaik di kawasan Asia. Ini tercermin dari mayoritas pembeli di Indonesia adalah investor, kemudian disusul oleh mereka yang ingin menyekolahkan anaknya,” ujarnya.

Pengerjaan bangunan setinggi 20 lantai tersebut akan dimulai di penghujung 2015 dan direncanakan rampung pada 2019. Infinity merupakan hunian mewah yang mencakup 326 unit apartemen dan 75 kamar hotel. Untuk apartemen, perusahaan menawarkan 4 tipe, yaitu studio, 1 kamar tidur, 2 kamar tidur, dan 3 kamar tidur atau penthouse. Harga dipasarkan mulai dari Rp6,5 miliar per unit sampai dengan Rp80 miliar per unit.

Sementara itu CEO Crown Group Iwan Sunito mengatakan sebelumnya pihak Crown hanya menargetkan Rp300 miliar dari pembeli atau investor asal Indonesia. “Target kami hanya AUS$30 juta atau sekitar Rp300 miliar saja. Namun, hasilnya ternyata bisa di atas itu, Rp400 miliar. Dari sini kami semakin yakin Indonesia memiliki potensi pasar yang kuat,” tuturnya.

Soal perekonomian Indonesia yang kini cenderung melemah, Iwan mengatakan investor lokal tetap memunyai kemampuan daya beli yang tinggi. Sebagai contoh, sekitar 70% sampai dengan 80% konsumen mancanegara properti di Singapura adalah orang Indonesia. “Dalam kondisi resesi, biasanya yang kuat tetap bertahan dan masih sanggup untuk melakukan investasi,” tambah Iwan. (LEO)

jktproperty.com