Pasar Apartemen di Bekasi Makin Terbentuk

Big Banner

BEKASI, KOMPAS.com – “Pembeli apartemen kami sebagian besar, bahkan mayoritas adalah end user (pengguna akhir). Bukan investor,” ujar Direktur Utama PT Triputri Natatama, anak usaha Binakarya Propertindo Group, Leonardi Setiawan kepada Kompas.com, sesaat sebelum prosesi tutup atap (topping off) Lagoon Apartment @ Bekasi Town Square, di Bekasi Timur, Sabtu (5/9/2015).

Hal tersebut, lanjut Leonardi, menandakan bahwa pasar apartemen di kota berpopulasi lebih dari 2 juta jiwa ini makin terbentuk. Konsumen membeli apartemen bukan sebagai instrumen investasi, melainkan untuk digunakan. 

Dengan komposisi 90 persen end user dan 10 persen investor, menjadi gambaran bahwa pasar apartemen Bekasi menjanjikan, dan potensial untuk digarap. Seleksi pasar, tambah Leonardi, terjadi secara alamiah. 

“Fenomena ini sangat bagus untuk pertumbuhan pasar properti. Pasalnya, kenaikan harga akan terjadi secara wajar, bukan fenomena semu yang melonjak hanya sesaat. Ini betul-betul karena ada kebutuhan,” tutur Leonardi.

Lagoon Apartment @ Bekasi Town Square memperlihatkan kurva pertumbuhan harga sekitar 20 persen hingga 30 persen sejak dilansir perdana pada Oktober 2014 silam. Saat itu, menurut Direktur PT Triputri Natatama, Suharta, harganya masih berada pada level Rp 9 juta per meter persegi.

“Kini posisi harga teraktual Rp 13 juta per meter persegi. Kenaikan harga karena demand (permintaan) cukup tinggi. Terbukti menara pertama sebanyak 560 unit sudah terjual 90 persen,” papar Suharta.

Mempertimbangkan animo tinggi pasar terhadap apartemen ini, PT Triputri Natatama pun melansir menara kedua dengan jumlah lebih banyak yakni 785 unit. Tawaran harga sekitar Rp 300 juta untuk tipe studio ukuran 21 meter peseegi, hingga Rp 600 juta untuk tipe tiga kamar tidur ukuran 60 meter persegi.

www.shutterstock.com Ilustrasi.

Penyangga dua kawasan

Terbentuknya pasar Bekasi, tambah Leonardi, karena posisinya strategis diapit oleh ibu kota Jakarta, dan juga kawasan industri Cikarang. Bekasi menjadi penyangga dua kawasan yang sama-sama sarat dengan penduduk muda usia produktif yang membutuhkan hunian.

“Para pembeli unit-unit apartemen kami adalah mereka yang bekerja di Jakarta, dan juga di kawasan industri sekitar Cikarang,” imbuh Leonardi.

Motivasi serupa juga yang menstimulasi beberapa pengembang macam PT Cowell Development Tbk, PT Lippo Cikarang Tbk., dan PT Summarecon Agung Tbk., untuk menggarap pasar Bekasi dengan proyek apartemen masing-masing The Oasis, Orange County, dan New Spring Lake. 

properti.kompas.com