BTN Syariah Terus Menggeliat

Big Banner

gedung btnPERBANKAN-Di tengah tren perlambatan ekonomi nasional, BTN Syariah masih mampu menunjukkan kinerja terbaiknya. Sepanjang semester I-2015 berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp130,8 miliar.

Prestasi Unit Usaha Syariah Bank BTN memang patut diacungi jempol. Perolehan laba yang signifikan tersebut ditunjang oleh kinerja cukup bagus dari berbagai segmen bisnis. Dimana, hasil perolehan laba menguat 34,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2014, yang sebesar Rp97,32 miliar.

Sebagai Unit Usaha Syariah, Bank Tabungan Negara (BTN), yang lebih dikenal masyarakat sebagai bank spesialis Kredit Pemilikan Rumah (KPR), maka BTN Syariah pun tak jauh beda dengan induknya, gencar menyalurkan pembiayaan KPR. Dimana, komposisi KPR-nya mencapai 85 persen dari total kredit yang disalurkan. Hanya saja dalam menyalurkan KPR, BTN Syariah mengedepankan prinsip syariah.

Direktur Utama Bank BTN, Maryono, mengatakan, hingga 30 Juni 2015, BTN Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp10,17 triliun, atau meningkat 15,89 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, yang senilai Rp8,78 triliun. Menurutnya, selain pembiayaan, aset BTN Syariah juga mengalami peningkatan 18,82 persen dari posisi Rp6,96 triliun di 2014, menjadi Rp11,83 triliun pada semester I-2015.

Tidak hanya itu, sepanjang semester I-2015, BTN Syariah juga berhasil mecatat perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp9,23 triliun atau meningkat 25,53 persen dibanding periode yang sama tahun 2014, sebesar Rp7,35 triliun. “Hingga akhir semester II-2015, kami optimistis kinerja Unit Usaha Syariah akan terus tumbuh, seiring membaiknya kondisi perekonomian nasional,” ujarnya.

Ditambahkan Maryono, secara keseluruhan kinerja BTN sepanjang semester I-2015 menunjukkan performa terbaiknya. Pada paruh pertama tahun ini BTN mencatat perolehan laba sebesar Rp831 miliar, atau meningkat 54,25 persen dibanding perolehan pada periode sama tahun lalu, sebesar Rp539 miliar.

Tidak hanya itu, perseroan juga membukukan aset sebesar Rp155,952 triliun, tumbuh 14,99 persen dari posisi sama di tahun 2014 sebesar Rp135,623 triliun. Begitu juga kredit dan pembiayaan tumbuh 18,33 persen dari Rp106,5 triliun pada 2014 menjadi Rp126,1 triliun pada 30 Juni 2015.

Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK), tumbuh dari Rp101,3 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp114,7 triliun di tahun 2015 atau naik sebesar 13,20 persen. Pertumbuhan ini ditopang oleh kenaikan giro yang mencapai 36,16 persen. Hal ini juga meningkatkan rasio current account saving account (CASA) menjadi 47,27 persen.

Sedangkan ditengah-tengah tren non performing loan (NPL) industri perbankan yang cenderung meningkat, Bank BTN komitmen untuk terus menurunkan NPL perseroan sampai dengan akhir tahun 2015 di kisaran 3 persen. Proses untuk menekan NPL itu sudah dapat dilihat dari kinerja 30 Juni 2015, dimana NPL perseroan turun dibanding tahun sebelumnya.

NPL Nett semester I-2015 Bank BTN tercatat 3,37 persen atau turun dari tahun sebelumnya yang sebesar 3,83 persen. “Sampai dengan akhir tahun kami menargetkan NPL Gross akan berada pada kisaran 3 persen,” tegas Maryono.

propertynbank.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me