Kereta Cepat Jakarta-Bandung Batal, Ini Kata Jonan

Big Banner

Rencana pemerintah membangun kereta cepat untuk rute Jakarta-Bandung menuai kontroversi. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan, kereta cepat tersebut tidak diperlukan karena tidak cocok jika hanya dibangun untuk rute Jakarta-Bandung. 

Menurutnya, jarak Jakarta Bandung hanya sekitar 150 kilometer. Kereta cepat akan menempuh 40 menit dan berjalan dengan kecepatan di atas 300 kilometer per jam. Jika dibangun 5 stasiun, maka jarak antar stasiun sekitar 30 kilometer dengan waktu tempuh 8 menit. Jadi sepertinya, perhitungan seperti itu tidak bisa diterapkan. 

“Kalau Jakarta-Bandung itu total butuh 40 menit, berarti interval tiap stasiun berapa? Kalau 5 stasiun adalah 8 menit. Kalau 8 menit, apa bisa delapan menit itu dari velositas 0 kilometer per jam sampai 300 kilometer per jam? Saya kira nggak bisa,” ujar Jonan, seperti informasi yang diterima Rumahku.com

Sedangkan jika dibangun 8 stasiun, maka waktu tempuh antar stasiun hanya 5 menit. Perhitungan akselerasinya tidak bisa seperti itu. Untuk itu, Menteri Jonan menyarankan kereta cepat Jakarta-Bandung tidak perlu dibangun karena kereta cepat lebih cocok dibangun untuk rute jarak jauh, misalnya Jakarta-Surabaya.  

Namun, saat ini pemerintah belum memutuskan apakah setuju dengan proposal kereta cepat dari Jepang atau China. Jika nantinya, rencana ini tetap berlanjut, Menteri Jonan pun siap memberikan izinnya, asalkan ada perusahaan yang membangunnya dengan sistem business to business sehingga tidak perlu menggunakan dana dari APBN.

 

rumahku.com