Penggunaan KPR dalam Membeli Rumah Mengalami Penurunan

RumahRumah

Propertinet.com – Kendati masih menempati porsi paling besar, penggunaan kredit untuk pembelian rumah mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir. Aturan kredit yang lebih ketat dinilai menjadi penyebab.

Survei harga properti residensial yang diterbitkan Bank Indonesia menunjukkan, porsi penggunaan KPR (kredit pemilikan rumah) pada kuartal II 2015 mencapai 72,2%. Angka ini turun dibandingkan dengan posisi kuartal II 2012 sebesar 82,09%.

Asosiasi Pengembang Perumahan & Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Eddy Ganefo, mengatakan penurunan porsi penggunaan kredit salah satunya disebabkan kebijakan loan to value yang lebih ketat sejak 2012. “Karena LTV tinggi, pengembang membuat skema cash bertahap,” ujarnya, Senin (7/9/2015).

          Baca Juga!

 

Sebagaimana diketahui, sejak Juni 2012, Bank Indonesia mengatur batas loan to value di rentang 70%-80%. Dengan kata lain, uang muka yang harus disiapkan konsumen untuk membeli properti mencapai 20%-30%. Pada Juni 2015, rasio LTV kembali dilonggarkan sebesar 10%.

Namun, Eddy menilai, pelonggaran tersebut tidak berdampak signifikan karena bank sentral masih membatasi kredit untuk unit properti inden. Padahal, sebelum 2013, praktik ini tidak dilarang sehingga arus kas perusahaan pengembang bisa leluasa untuk membangun proyek hunian.

Menurut Eddy, saat ini arus kas pengembang cukup tersendat, terutama pengembang menengah ke bawah yang tidak memiliki modal sekuat pengembang besar.Oleh karena itu, dia mengusulkan agar BI juga melonggarkan aturan kredit unruk unit properti inden. Menurutnya ini akan membantu arus kas pengembang dalam menyediakan pasokan hunian, terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

propertinet.com