BTN Siapkan KPR Untuk Pekerja Informal

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Skema kredit pemilikan rumah (KPR) dari perbankan hanya mengakomodasi kalangan pekerja formal yang punya penghasilan tetap bulanan dari instansi atau perusahaan tempatnya bekerja. Sementara pekerja informal kendati punya kemampuan mencicil sangat sulit mengakses produk KPR karena tidak memiliki slip gaji. Untuk menjembatani masalah itu Bank BTN menerbitkan Tabungan Perumahan untuk kalangan pekerja informal (non fixed income). Mereka diharapkan menabung di Tabungan Perumahan secara rutin setiap bulan.

ilustrasi

ilustrasi

“Kebanyakan nasabah KPR Bank BTN memang dari kalangan fixed income, tapi kami juga mulai memikirkan kalangan pekerja informal seperti petani, penjual bakso, penjual martabak, dan sebagainya dengan produk Tabungan Perumahan ini,” ujar Iman Nugroho Soeko, Managing Director Treasury and IT Bank BTN, di Jakarta, Selasa (15/9).

Dengan produk ini bank dapat menilai kemampuan mencicil seseorang dari setoran rutin ke tabungannya. Selanjutnya bank akan mengetahui berapa kemampuan mencicil dan berapa jumlah kredit yang bisa diberikan kepada yang bersangkutan. Bank BTN bisa memberikan fasilitas ini karena kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) untuk KPR sangat rendah, hanya 1,4 persen.

“Makanya kita berani berikan KPR untuk kalangan pekerja informal, umumnya mereka juga akan mengupayakan pembayaran kreditnya karena untuk rumah pasti akan diupayakan sungguh-sungguh selain biasanya setelah melewati periode dua tahun pembayaran cicilannya sudah lebih ringan,” imbuhnya.

Alternatif  lain yang dapat dilakukan bank adalah menerapkan jaminan cicilan ditahan. Misalnya dananya mengendap di tabungan hingga enam kali jumlah cicilan yang harus dibayarkan setiap bulan. Dengan cara itu bila nasabah tidak membayar cicilan dia masih punya dana talangan untuk mencicil. Menurut Iman, akhir tahun ini para pekerja informal sudah dapat menabung di Tabungan Perumahan.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me