Pemerintah Fokus Kembangkan 10 Kawasan Pariwisata

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Pemerintah akan terus mendorong pengembangan industri pariwisata nasional. Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli, menyebutkan ada 22 lokasi wisata di tanah air yang dapat ditingkatkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Pengembangan daerah wisata ini untuk memenuhi target  pemerintah meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing menjadi dua kali lipat, dari 10 juta menjadi 20 juta, dalam lima tahun ke depan.

Ilustrasi

Ilustrasi: Danau Toba, salah satu tempat wisata di Provinsi Sumatera Utara

“Dari 22 lokasi itu paling tidak ada 10 lokasi yang sangat potensial untuk segera dikembangkan. Misalnya Danau Toba, itu bisa dijadikan seperti Monaco of Asia. Kemudian Kepulauan Seribu, itu kunjungan turisnya nomer dua, ketiga Bromo, tapi sayang country road-nya belum bagus makanya kita minta ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) untuk bisa mengembangkan infrastruktur di kawasan wisata tersebut,” ujarnya saat rapat koordinasi kemaritiman di Jakarta, Senin (14/9).

Pengembangan industry pariwisata ini diharapkan dapat melipatkan jumlah tenaga kerja  di sektor pariwisata dari 3 juta menjadi 7 juta orang dalam lima tahun ke depan. Sepuluh lokasi yang memerlukan peningkatan infrastrukturnya selain Danau Toba, Kepulauan Seribu, dan Bromo adalah Mandalia di Nusa Tenggara Barat (NTB, Morotai di Maluku, Tanjung Lesung di Banten, Labuan Bajo di Flores, Wakatobi di Sulawesi Tenggara, Belitung, dan Yogyakarta.

Menpupera Basuki Hadimuljono mendukung usulan Rizal. Ia mengatakan selama ini pengembangan kawasan pariwisata sudah mulai dilakukan namun dengan penekanan di 10 kawasan sebagaimana yang diusulkan Rizal, Basuki menyebut konsepnya menjadi pengintegrasian dan refocusing.

“Di tahun 2016 nanti pengerjaan infrastruktur lebih difokuskan pada kawasan strategis pengembangan pariwisata. Yang lain bukannya ditinggal, hanya lebih fokus di 10 lokasi. Mengenai anggarannya sesuai dengan yang sudah dibicarakan dengan Komisi V DPR sebesar Rp426 miliar untuk tahun 2015,” imbuhnya.

housing-estate.com