Pemerintah Berikan Subsidi Rumah Murah Lebih Rp60 Juta Per Orang

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Untuk mempermudah kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memiliki rumah, pemerintah mengeluarkan aneka program kemudahan maupun subsidi. Program tersebut diantaranya fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), subsidi selisih bunga (SSB), bantuan uang muka, pembebasan PPN, dan sebagainya.

rumah sederhana

Ilustrasi: Rumah sederhana

Untuk program FLPP konsepnya pemerintah menalangi pembiayaan hingga 90 persen sementara 10 persennya ditanggung oleh bank penyalur KPR. Sementara SSB pemerintah menalangi selisih bunga pasar dengan bunga yang dibayarkan konsumen sehingga dengan bunga pasar saat ini 12 persen, subsidi yang diberikan pemerintah mencapai 7 persen. Baik FLPP maupun SSB, masyarakat jadi hanya membayar bunga sebesar 5 persen selama tenor kreditnya.

Menurut Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) Maurin Sitorus, kalau FLPP merupakan dana bergulir karena dalam tempo waktu tertentu dananya akan kembali dari pembayaran cicilan konsumen, program SSB dana subsidi yang digelontorkan pemerintah akan habis.

“Jadi untuk SSB ini secara anggaran lebih berat karena untuk membuat bunga jadi 5 persen, pemerintah menalangi sekitar Rp250 ribu per bulan, dikali setahun selama 20 tahun totalnya mencapai Rp60 juta. Belum potensi pendapatan yang hilang dari pajak sebesar 10 persen, jadi program subsidi perumahan ini cukup memberatkan anggaran,” ujarnya kepada housing-estate.com, Rabu (16/9).

Namun begitu, baik skema FLPP maupun SSB, menurut Maurin tetap perlu diadakan untuk mempercepat penyerapan rumah murah sehingga bisa lebih mempercepat pengurangan backlog perumahan. Untuk tahun ini, anggaran FLPP sebesar Rp5,1 triliun telah habis terserap dan pemerintah telah menggelontorkan Rp800 miliar untuk program SSB.

Tahun depan, Maurin menyebut anggaran FLPP mencapai Rp9,2 triliun, SSB Rp2,1 triliun, dan bantuan uang muka Rp1,2 triliun. Anggaran ini digunakan untuk membiayai sekitar 600 unit rumah murah. Anggaran FLPP akan diprioritaskan terlebih dahulu, bila anggaran FLPP sudah habis langsung diganti dengan program SSB.

Di Dirjen Pembiayaan Perumahan sendiri terus dilakukan exercise untuk mencari dan menciptakan skim pembiayaan perumahan yang lebih baik agar tetap bisa mendorong percepatan kalangan MBR mengakses perumahan tapi di sisi lain juga tidak terlalu memberatkan anggaran pemerintah.

“Setiap cara kita lakukan exercise, misalnya mungkin bunga fixed hanya diberlalukan 10 tahun sehingga sisanya floating, atau MBR yang lebih mampu hanya diberikan bantuan uang muka saja sementara bunganya komersial, segala cara kita lakukan exercise-nya,” imbuhnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me