Rumah Menengah ke Atas Tak Terpengaruh Penurunan Harga Material – Property

Big Banner
JAKARTA – Perekonomian global maupun dalam negeri yang tengah melambat, seiring dengan penguatan mata uang dolar Amerika Serikat (AS), berimbas kepada penurunan harga material bagi sektor properti.

Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) DPD DKI Jakarta Iskandar mengungkapkan, kendati harga komponen material beberapa mengalami penurunan. Namun, penurunan harga tersebut tidak serta merta membuat para pengembang dapat menurunkan harga jual rumah.

“Investasi rumah menengah ke atas kan pakai aksesori pelengkap komponennya kualitas tinggi,” ujar Iskandar di Jakarta PropertyWeek 2015 Balai Kartini, Jakarta, Kamis (17/9/2015).

Iskandar mengatakan, hunian kelas menengah ke atas membutuhkan bahan khusus, seperti material impor yang menjadi mahal seiring dengan menguatnya dolar AS. “Rumah menengah atas tingkat ini kan dibutuhkan konsorsi khusus,” jelasnya.

Selain komponen material yang relatif mahal, adanya biaya tambahan terhadap komponen lain setiap membangun sebuah hunian, turut menjadi beban bagi para pengembang dalam merealisasikan proyeknya.

“Kalau hunian itu kan tidak hanya masalah material, tetapi juga ada komponen lain seperti bayar tukang dan sebagainya. Perlu diperhatikan juga itu, sehingga butuhkan dana besar,” pungkasnya.

(mrt)

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me