Pengembang Usulkan Cara Baru Membangun Rumah Rakyat

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Untuk menghindari kemungkinan rumah sederhana salah sasaran pengembang properti mengusulkan ada pendekatan baru dalam proses pembangunannya. Pendekatan baru ini akan memastikan rumah yang dikembangkan sampai pada pihak yang berhak, yaitu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap perumahan.

pembangunan rumah murah subsidi

Ilustrasi

Direktur Marketing Agung Podomoro Group (APG), Indra Wijaya Antono, mengusulkan pendekatan baru itu dengan istilah 5 in 1, yaitu melibatkan lima pihak untuk satu program pembangunan rumah rakyat. Kelima pihak yang dimaksud adalah pemerintah yang bertugas menyiapkan lahan, perusahaan BUMN sebagai kontraktor, Bank BTN sebagai pendukung pembiayaan, dan pengembang sebagai pengelola.

“Kalau pendekatan ini dapat dilaksanakan pasti nggak akan melenceng karena semuanya jelas, tidak akan ada yang bisa mengakali,” ujar Indra kepada housing-estate.com di Jakarta, Selasa (22/9).

Indra mengingatkan, pembangunan rumah rakyat yang diserahkan sepenuhnya kepada pengembang akan sulit dikontrol siapa pembelinya. Indra menyebut Kalibata City di Kalibata, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Proyek rusunami yang dibangun APG itu banyak jatuh ke tangan investor dan orang berduit. Pengembang tidak dapat disalahkan karena seleksi dan kontrol ada di tangan pemerintah.

Saat ini APG tengah menyiapkan pembangunan rusunami di perbatasan Cimanggis, Bogor, Jawa Barat, di atas lahan seluas 40 ha. Hunian yang akan dibangun sebanyak 45 ribu unit. Indra menyebut akan melakukan pola pembangunan seperti Kalibata City sehingga kalau nanti pembelinya lebih banyak investor pihaknya jangan disalahkan.

“Kita menyadari pasar kelas bawah ini (permintaannya) cukup tinggi, makanya kita mau membangun rusunami. Ini bentuk dukungan kami terhadap program sejuta rumah. Tapi soal siapa yang bisa membeli sebaiknya pemerintah yang mengatur dan mengontrol,” tandasnya.

housing-estate.com