Riset: Hanya Sekitar 20 Persen Penduduk Kota Bisa Membeli Rumah

Big Banner

Masalah di sektor perumahan dengan masih banyaknya penduduk yang tidak memiliki rumah sendiri dinilai terkait dengan daya beli masyarakat yang tidak memadai dalam menjangkau harga perumahan yang ada di berbagai daerah.

“Masalah yang mendasar di perumahan saat ini adalah ‘housing affordability‘ (keterjangkauan harga perumahan),” kata Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera), Maurin Sitorus.

Maurin mengungkapkan, dari hasil kajian Bank Dunia, ditemukan bahwa hanya sekitar 20 persen penduduk di perkotaan yang dapat menjangkau harga rumah di pasaran. Sedangkan sebanyak 40 persen rumah tangga yang ada di berbagai daerah di Indonesia, lanjutnya, menurut kajian yang sama juga tidak dapat menjangkau rumah dengan harga dasar.

Untuk itu, ujar dia, telah menjadi kewajiban dari pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah guna mewujudkan hak warga negara negara atas standar hidup yang layak, termasuk kebutuhan akan perumahan.

Sejumlah program yang telah digulirkan pemerintah untuk tahun 2015 ini antara lain adalah Kredit Pemilikan Rumah dengan menggunakan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR-FLPP) sebesar Rp9,2 Triliun, Selisih Suku Bunga (SSB) sebesar Rp2 Triliun, dan Bantuan Uang Muka (BUM) sebesar Rp1,2 Triliun.

“Anggaran ini jauh lebih besar jika dibandingkan dengan tahun berjalan, tahun 2015 yang hanya sebesar Rp.5,1 Triliun. Walaupun anggaran ini telah habis terserap per Juli 2015, namun hingga akhir tahun, pemerintah masih menyediakan SSB untuk 300 ribu unit rumah,” paparnya. (bn)

ciputraentrepreneurship.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me