Penjualan Rumah Subsidi Masih Jadi Idola

Big Banner

Saat kondisi ekonomi yang kurang baik seperti sekarang, daya beli masyarakat tengah melemah, ternyata pembelian untuk rumah bersubsidi malah tengah kencang-kencangnya. Bila di properti sektor komersil sedang tersendat, maka rumah bersubsidi justru sebaliknya. 

“Saat ini penjualan untuk rumah bersubsidi justru sedang sangat bagus. Peningkatannya sangat signifikan. Terhitung penjualan meningkat satu setengah kali lipat dibanding tahun kemarin,” kata Eddy Ganefo, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia kepada Rumahku.com.

Berbagai program yang diterapkan pemerintah, yang telah memudahkan serta meringankan bagi masyarakat untuk memiliki hunian sederhana, telah cukup menggenjot penjualan rumah bersubsidi. 

“Dengan adanya pemerintah masuk memberikan insentif di bunga KPR, pembebasan pajak, selain itu juga ada dari BTN berupa uang muka satu persen, hal ini mendorong masyarakat untuk mampu memiliki hunian,” kata Eddy Ganefo saat ditemui di kantor Apersi, MT Haryono Square, Cawang, Jakarta. 

Lebih lanjut Eddy mengatakan, ia pun merasa optimis, meski saat ini penjualan untuk sektor komersil agak lesu, namun kondisi itu akan segera membaik pada pertengahan tahun depan. 

“Saya rasa pertengahan tahun depan itu sudah akan membaik lagi. Karena saat ini pemerintah juga kan tidak tinggal diam. Perbaikan-perbaikan kan terus dilakukan di berbagai bidang, tapi tentunya tidak semudah membalik telapak tanga. Hasilnya  tidak akan terasa dalam waktu dekat. Tapi saya optimistis pertengahan tahun depan sudah pulih lagi,” katanya. 

Berkaca pada kondisi tersebut, maka menurut Eddy terkait rencana  pemberian hak milik properti pada ekspatriat belumlahlah terlalu mendesak untuk dilakukan karena penjualan di subsidi sangat bagus, dan properti komersil bakal segera bangkit.  Jadi kondisi dunia properti masih terbilang baik. 

“Menurut undang-undang No 5 tahun 1960, tertulis dengan jelas, orang asing di sini tidak boleh memiliki rumah atau tanah dengan status hak milik, hanya boleh hak pakai. Kalau sampai pihak asing diperbolehkan memiliki hunian dengan status hak milik, tentunya hal itu akan melukai rasa keadilan. Saat 15 juta orang Indonesia belum punya hunian, malah diberikan ke asing. Lagipula belum urgensi, karena kondisi properti masih terbilang baik,” ungkap Eddy.

 

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me