Merek Asing Mengatrol Penjualan Properti

JAKARTA, KOMPAS.com – Merek atau nama asing efektif mendongkrak tingkat penjualan properti. Chief Marketing Officer Lippohomes, Jopy Rusli, mengakui, nama “Orange County” langsung melesat dan menjadi salah satu kontributor terbesar bagi PT Lippo Karawaci Tbk, induk usaha PT Lippo Cikarang Tbk.

“Tahun lalu kami membukukan penjualan senilai Rp 900 miliar dari dua menara. Tahun ini, hingga semester pertama juga sudah terjual dua menara dengan nilai sama. Sampai akhir tahun, kami menargetkan dua menara lagi terjual,” papar Jopy kepada Kompas.com, Selasa (29/9/2015). 

Jopy menegaskan, nama “Orange County” sangat menjual, dan mampu menarik minat pembeli, baik yang bermotif investor maupun pengguna akhir. Mereka tertarik dengan konsep pengembangan yang mengacu pada global city yang mengintegrasikan 32 fungsi properti. 

Selain hunian, di kawasan pengembangan seluas 322 hektar Cikarang, Jawa Barat ini akan dibangun fasilitas-fasilitas penunjang macam fasilitas komersial, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas bisnis, fasilitas olahraga, pusat belanja, hotel, dan sebagainya.

Penamaan istilah asing “Orange County” pada proyek terbaru PT Lippo Karawaci Tbk adalah sebagai trigger atau pemantik untuk meraup penjualan lebih banyak. Hingga semester pertama 2015 saja sudah terjual dua menara dengan nilai total Rp 900 miliar.

“Kami targetkan dua menara lagi akan terjual sebelum 2015 berakhir. Kami harapkan, ‘Orange County’ mampu berkontribusi sebesar Rp 1,5 triliun,” imbuh Jopy.

Arimbi Ramadhiani Maket Orange County, Cikarang, Jawa Barat

“Orange County”, jelas Jopy, adalah duplikasi daerah yang sama di California sana yang memang merupakan kuali beragam budaya. Ada Jepang, Korea Selatan, China, India, Eropa, dan bahkan Indonesia.


Page:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:


Penulis : Hilda B Alexander
Editor : Hilda B Alexander

properti.kompas.com