Pemerintah Akan Kembangkan KPR Swadaya untuk Pekerja Informal

Big Banner

JAKARTA, jktproperty.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) akan mengembangkan rumah swadaya dan meminta agar bank menerapkan sistem baru sehingga bisa menerima pengajuan KPR Swadaya dari masyarakat berpenghasilan informal seperti nelayan, pedagang kaki lima, petani atau pekerja kasar di sektor konstruksi.

Direktur Perencanaan Pembiayaan perumahan Kementerian PUPR Poltak Sibuea mengatakan pihaknya akan memberikan arahan kepada bank untuk membuka skema KPR Swadaya (KPRS) agar tidak lagi menggunakan daftar gaji. “Pekerja informal ini tidak memiliki gaji namun mereka sangat membutuhkan rumah. Pengganti slip gaji adalah rekaman kemampuan menabung para pekerja informal,” ujarnya di Jakarta, pekan ini.

Selama ini, menurut dia, sistem perbankan di Indonesia belum bisa menerima pengajuan KPR dari pekerjaan tidak formal, misalnya pedagang. Para pedagang ini, tidak memiliki bukti penghasilan selama sebulan, padahal transaksi tetap ada. Bahkan, ada pedagang yang mungkin omsetnya bisa sampai Rp10 juta per bulan. Namun, omset ini tidak bisa dijadikan sebagai bukti catatan bahwa pedagang tersebut punya kemampuan bayar cicilan.

Sementara pegawai memiliki daftar gaji tetap. Bank bisa mengetahui berapa penghasilan pegawai setiap bulan sehingga mempermudah perbankan dalam menyalurkan KPR. Sayangnya, sampai saat ini skema KPRS belum diterapkan oleh bank manapun. Ia juga belum bisa memastikan kapan skema ini bisa diterapkan.

Menurut Poltak, bank yang sudah bisa menerima bukti pendapatan informal adalah Bank BRI. Namun, pendapatan informal ini bukan untuk cicilan perumahan, tetapi untuk sektor usaha. Saat ini, masyarakat yang bekerja di sektor informal, masih sulit mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Persoalannya adalah karena bank di Indonesia belum bisa menerima bukti-bukti pendapatan tidak formal.

BTN Siap Salurkan KPRS

Sementara itu Direktur Bank BTN Sis Apik Wijayanto yang diminta komentarnya mengenai hal itu mengatakan Bank BTN telah merencanakan memberikan kredit perumahan kepada pekerja di sektor informal. “Potensi pekerja dengan non fixed income ini sangat potensial. Bank BTN memang tengah menyasar mereka,” katanya kepada jktproperty.com.

Menurut Sis, dengan sinergi Bank BTN dan PT Pos Indonesia melalui produk eBatarapos yang sudah berjalan selama ini, peluang memberikan KPR kepada masyarakat pekerja di sektor informal menjadi sangat besar. “Secara prinsip tidak ada masalah, hanya tinggal masalah teknisnya saja,” tutur Sis. (EKA)

jktproperty.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me