Beberapa Variabel Ini Menentukan Besar Kecilnya Service Charge

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Di mana pun bertempat tinggal, di perumahan atau apartemen, pasti ada biaya yang harus dikeluarkan. Di perumahan biaya tersebut dikenal dengan istilah IPL (iuran pengelolaan lingkungan), sedang di apartemen service charge. Service charge di apartemen digunakan untuk biaya pemeliharaan dan pengelolaan.

Ilustrasi

Ilustrasi

Tikam Sujanani, Senior Associate Director Residential Cushman & Wakefield, sebuah perusahan manajemen dan konsultan properti, mengatakan, biaya service charge antara lain dipakai untuk  perawatan lift, fasad gedung, fasilitas keamanan seperti sprinkle kebakaran, satpam, dan sebagainya.

Besar kecilnya service charge di apartemen dipengaruhi  kelas apartemen dan fasilitas yang disediakan. Semakin tinggi segmen dan lengkap fasilitasnya biaya service charge-nya juga bertambah tinggi. Menurut Tikam, secara umum biaya tersebut dapat digolongkan dalam empat klasifikasi. “Kelas menengah bawah (lower) Rp15 juta/m2, menengah Rp30 juta/m2, atas Rp40 juta/m2, dan premium (high end) lebih dari Rp50 juta/m2,” ujarnya kepada housing-estate.com di Jakarta, Senin (19/10).

Selain segmentasi dan fasilitas, penentuan besarnya service charge didasarkan pada jumlah unit apartemen. Untuk apartemen menengah bawah fasilitas yang tersedia umumnya kolam renang dan sarana olahraga sederhana. Jumlah unitnya ribuan dengan 50 unit per lantai, dan jumlah lift-nya terbatas.  Karena itu biaya pemeliharaannya lebih murah.

Sementara apartemen high end jumlah unitnya lebih sedikit, lift lebih banyak bahkan beberapa menawarkan private lift, dan fasilitasnya sangat lengkap.  Unit hunian apartemen high end umumnya luas sehingga faktor pengalinya juga besar. “Ini kita belum bicara parkir, apartemen lower  nggak menyediakan parker, kalau pun ada komposisinya hanya 30 persen dari jumlah unit,” tandasnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me