Pembangunan Kota Penyangga Diprioritaskan

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – The Sixth Asia Pacific Urban Forum (APUF 6) yang berlangsung di Jakarta pada 19-20 Oktober 2015 memberi perhatian pada pembangunan kota penyangga (secondary city) agar dapat mengurangi beban kota metropolitan yang sudah terlalu padat. Saat ini sekitar 53 persen penduduk dunia tinggal di perkotaan. Khusus Indonesia sebanyak 60 persen penduduknya tinggal di Pulau Jawa.

Housing-Estate.com

Ilustrasi

Dalam forum tersebut masalah-masalah perkotaan seperti transportasi publik, sanitasi, air bersih, dan perumahan menjadi topik utama yang dibahas. APUF 6 merupakan pertemuan awal para pemangku kepentingan menjelang dihelatnya ajang Habitat III yang akan dilaksanakan tahun depan di Quito, Ekuador.

Terkait APUF 6  Indonesia  punya fenomena menarik mengenai pengelolaan kota karena faktor otonomi daerah. Saat ini muncul para pemimpin daerah yang punya komitmen untuk mengembangkan daerahnya menjadi lebih nyaman untuk ditinggali.

“Perkembangan secara natural terkait pertumbuhan kota-kota di Indonesia ini dianggap menarik dan inilah yang menjadi latar belakang mengapa Indonesia dipilih menjadi tuan rumah,” ujar Andreas Suhono, Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) di seminar APUF 6, Senin (19/10).

Kota Tangerang, Banten, menjadi salah satu contoh yang dibawa ke APUF 6  untuk berbagi pengalaman implementasi agenda baru perkotaan. Menurut Walikota Tangerang Arief Rachadiono, di Tangerang persoalan perkotaan diatasi dengan melibatkan sebanyak mungkin peran masyarakat yang tergabung dalam komunitas-komunitas.

“Kami mendorong komunitas-komunitas ini untuk melaksanakan program pemkot dengan budget yang kami sediakan. Masyarakat didorong untuk membangun sendiri melalui komunitas peduli, misalnya mengatasi sanitasi, sampah, membuat bank sampah, hingga membangun selokan. Selain itu masih banyak program lainnya,” jelas Arief.

Saat ini di Tangerang ada sekitar 200 komunitas. Mereka punya berbagai program yang didukung pemkot. Ada juga komunitas yang membangun perumahan untuk orang miskin sekaligus merevitalisasi kawasan kumuh. Komunitas ini juga telah berhasil menerangi sebanyak 104 pedesaan di Tangerang.

Andreas menambahkan, pemerintah akan memberi perhatian pada pembangunan kota-kota pinggiran di sekitar kota metropolitan. Di antaranya Medan, Palembang, Padang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

housing-estate.com