Rusunawa untuk Pekerja Dibangun – Property

Big Banner
BANDUNG – Pemkot Bandung berencana membangun dua tower Rusunawa Rancacili berkapasitas 200 unit untuk pekerja berpenghasilan rendah di Kota Bandung. Rencana tersebut merupakan tindak lanjut kerjasama antara Pemkot Bandung dan BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat.

BUMN tersebut berminat berinvestasi Rp300 miliar untuk dua tower. Nantinya, hunian itu akan diperuntukkan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Dari Januari 2014 sudah ada pembicaraan dengan Pak Walikota (Ridwan Kamil). Mereka (BPJS Ketenagakerjaan) mau membangun dua tower (rusunawa),” ucap Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial di Balai Kota Bandung, kemarin.

Oded menuturkan, rencana kerjasama ini telah ada sejak 2014 lalu. Namun karena ada beberapa hal sehingga terjadi keterlambatan dalam merealisasikan rencana tersebut. Alasannya karena kesibukan di masing-masing pihak. “Tadi (kemarin) saya mengoordinasikan yang sudah tersumbat selama 10 bulan ini. Mereka sibuk, kami sibuk, akibatnya koordinasi kurang lancar,” ujarnya.

Oded melanjutkan, setelah kembali melakukan koordinasi, akhirnya perlu ada beberapa penyesuaian terkait aturan dan hal-hal teknis. “Komitmen sudah ada, tinggal tataran teknis saja. Di Bandung dua tower,” katanya.

Oded mengatakan, jika telah selesai, rusunawa tersebut diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan khusus untuk anggota BPJS Ketenagakerjaan. Oleh karena itu, di Rancacili itu sebagian dibangun oleh Kementerian PUPR sedangkan sisanya oleh BPJS Ketenagakerjaan. “Kita (Pemkot) hanya menyediakan lahannya saja,” ujar Oded.

Dia menambahkan, untuk pengelolaannya masih belum disepakati. Karena ada sistem sewa lahan atau kerja sama pemanfaatan. “Jadi belum disepakati. Akan terus kami bahas. Tapi kami harapkan realisasinya secepatnya,” katanya.

Di lokasi yang sama, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jawa Barat Adjat Sudrajat menjelaskan, rencana pembangunan rusunawa di Kota Bandung, sesuai dengan arahan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk pengadaan satu juta rumah. “Di Bandung siap merealisasikan dengan BPJS Ketenagakerjaan,” ucapnya.

Rencananya, pihaknya akan membangun dua tower dengan total hunian sebanyak 200 unit. Total anggarannya sendiri mencapai Rp300 miliar. “Peruntukannya fokus untuk anggota BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Ketika ditanya terkait target awal pembangunan, pihaknya belum bisa memastikan. Tapi diupayakan dapat terealisasi di tahun ini. “Sekarang kami sedang membuat legal formalnya. Untuk realisasinya kalau bisa tahun ini kenapa enggak. Karena ini (rencana pembangunan) telah dipersiapkan sejak Januari 2014 lalu,” tutur dia.

Sementara, Pemkot Bandung mulai melelangkan proyek pembangunan apartemen rakyat Paldam di Jalan Jakarta. Rencananya proyek tersebut akan didanai pihak swasta dan ditargetkan selesai akhir 2016. “Kemarin malam, kami mulai market sounding untuk memilih investor untuk memulai (pembangunan) apartemen rakyat,” ujar Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

Ridwan menjelaskan, dalam pembangunan apartemen rakyat ada dua pola pendanaan. Pertama dana dari pemerintah seperti pembangunan apartemen rakyat Rancacili, di Derwati. Kedua pola pembangunan dengan pola investasi. Sumber dananya berasal dari pihak swasta.

(Mochamad Solehudin)

(mrt)

property.okezone.com