Belanja Konstruksi AS Capai Level Tertinggi Sejak 2008

Big Banner

KOMPAS.com – Amerika Serikat dikenal sebagai salah satu negara adidaya di dunia. Hal itu semakin tercermin lewat data belanja konstruksi hasil analisis Associated General Contractors of America (AGC) tahun ini.

AGC melansir, belanja konstruksi AS pada Agustus 2015 adalah yang tertinggi selama tujuh tahun. Kenaikannya pun terhitung paling cepat sejak 2006.

“Terdapat keuntungan bulanan dari tahun ke tahun di bulan Agustus untuk semua kategori utama konstruksi, seperti swasta nonperumahan, perumahan, dan publik,” kata Kepala Ekonomi AGC, Ken Simonson, Jumat (23/10/2015).

Ken juga menambahkan bahwa ketiga kategori utama konstruksi tersebut telah meningkat pesat belakangan ini. Peningkatan itu bisa terus terjadi pada 2016, terutama jika para kontraktor bisa menemukan pekerja yang cukup dan punya skil mumpuni untuk mengerjakan proyek mereka.

Adapun belanja konstruksi yang dihabiskan AS selama Agustus 2015 tercatat mencapai 1,086 triliun dollar AS. Jumlah itu lebih tinggi 0,7 persen dari total bulan Juli dan 13,7 persen lebih tinggi dibanding pada Agustus 2014.

Ken mengatakan bahwa total itu merupakan belanja konstruksi tertinggi sejak Mei 2008 dan tingkat pertumbuhan tahun ke tahunnya menjadi yang terkuat sejak 2006. Hal itu juga mengindikasikan adanya percepatan laju belanja konstruksi secara keseluruhan.

Sementara itu, belanja konstruksi swasta nonperumahan pada Agustus 2015 meningkat 0,2 persen dari bulan Juli dan meningkat 16,9 persen dari tahun sebelumnya. Lain halnya dengan belanja konstruksi untuk perumahan swasta. Sektor ini naik 1,3 persen dibanding bulan sebelumnya dan naik 16,1 persen dibanding tahun 2014.

Terakhir adalah sektor infrastruktur publik mengalami kenaikan 0,5 persen dari bulan Juli dan 7 persen dari tahun sebelumnya.

“Terjadi pertumbuhan sangat kuat di bidang manufaktur, hotel dan konstruksi apartemen sepanjang tahun. Baru-baru ini, kantor, perawatan kesehatan, jalan raya dan struktur pendidikan juga telah pulih,” kata Ken.

Permasalahan muncul ketika para kontraktor sulit menemukan pekerja yang berkualitas untuk proyek konstruksi mereka. Survei AGC pada September memaparkan, setidaknya ada 86 persen perusahaan melaporkan bahwa mereka kekurangan waktu untuk menemukan pekerja berkualitas tersebut.

“Kekurangan pekerja akan cenderung menjadi parah mengingat jasa konstruksi kian hari kian berkembang,” ujar Ken.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me