Infrastruktur Mendorong Pembangunan Kawasan

Big Banner
Pembangunan infrastrukturPembangunan infrastruktur

Propertinet.com – Setelah satu tahun pemerintahan yang baru dengan Kabinet Kerja merubah orientasi ekonomi dengan ruang fiskal yang longgar sebesar Rp211.3 triliun yang diperoleh dari pengalihan subsidi bbm menjadi menjalankan program-program produktif.

Namun penyerapan mengalami keterlambatan dimana anggaran baru terserap hampir 50%. Keterlambatan penyerapan anggaran tersebut diakui Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Jalil. Diakuinya, pada tahun pertama Kabinet Kerja hampir semua kementerian/lembaga mengalami keterlambatan penyerapan anggaran.

Menanggapi terlambatnya penyerapan, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa penyerapan PUPR saat ini sebesar 49% dari target 53% dari jumlah alokasi anggaran sebesar Rp 118 Triliun. Karena saat ini pada awal pembangunan masih berkutat pada masalah lahan yang memiliki bobot kecil. Nanti begitu sudah layer, bobot akan meningkat dikarenakan harga aspal mahal dan sebagainya.

“Saat ini penyerapan 49%, Bulan November kami perkirakan meningkat menjadi 72%. Lalu akhir Desember 93%. Namun perlu dipahami bahwa penyerapan 100% bukan berarti pekerjaan konstruksi infrastruktur selesai. Karena pekerjaan pembangunan infrastruktur adalah pekerjaan multiyears,” tegas Basuki.

Lebih lanjut dikatakannya, membangun infrastruktur tidak bisa instan. “Ada tahapannya, pada awal kabinet, kita melanjutkan pekerjaan kabinet sebelumnya dengan DIPA yang juga disusun oleh DPR sebelumnya. Lalu kita juga memulai pekerjaan baru.”jelas Basuki. Dicontohkannya, PUPR akan membangun 65 waduk baru dalam lima tahun ke depan.

Ditambahkannya, pembangunan 13 waduk pada 2015 sudah 11 waduk yang sudah dalam tahap pelaksanaan, sisanya 2 waduk akan ditandatangani kontraknya minggu ini. Dari 13 waduk tersebut 10 diantaranya berada di luar Jawa.

Sementara itu, total panjang jalan tol pada 2014 mencapai 840 km dan lima tahun ke depan ditargetkan sepanjang 1.000 km. Sementara itu, untuk kawasan perbatasan jalan yang membentang dari Aruk di Kalimantan Barat hingga Kalimantan Utara sepanjang total 1.649 Km, telah tersambung 1.039 Km dan masih belum Tersambung 610 Km. Ditargetkan akhir tahun 2015 akan tembus sepanjang 1.254 Km dan akhir tahun 2016 ditargetkan tembus sepanjang 1.324 Km sehingga yang belum tersambung sepanjang 325 Km.

Dalam membangun infrastruktur, tambah Menteri Basuki tidak hanya membangun fisik infrasfruktur tapi juga membangun kawasan sekitarnya. Di Indonesia terdapat 35 kawasan strategis nasional untuk sinkronisasi dan sebagai alat agar pembangunan bisa efisien.

propertinet.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me