GRM Kayu Plastik Ramah Lingkungan

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Di Indonesia penggunaan panel WPC ( wood plastic composite) untuk kebutuhan rumah tangga memang belum populer. Saat ini jenis kayu plastik komposit lebih banyak diaplikasikan untuk bangunan komersil. Namun, di tengah krisisnya persediaan kayu penggunaan kayu plastik komposit layak dilirik. WPC adalah campuran serat plastik dengan kayu ditambah bahan pendukung lain, kemudian diolah menjadi rangkaian panel untuk aplikasi lantai, dinding, plafond an lain-lain.

grm kayu plastik ramah lingkungan

Di antara merek WPC yang bisa ditemui di pasar lokal adalah GRM keluaran PT Green Resources Material. Diproduksi di Batam dan baru dipasarkan tahun lalu, GRM dibuat dari PVC (polyvinyl chloride), serbuk kayu, bambu hasil daur ulang dan bahan-bahan organik sebagai pengikat. “Dengan bahan-bahan seperti itu GRM merupakan produk ramah lingkungan dengan durabilitas tinggi, tahan cuaca, api, air, serangga dan tidak mengandung racun,” kata Theo, General Manager PT Green Resources Material.

Produk yang bisa didaur ulang untuk diproduksi kembali ini memiliki ukuran panel berbeda dan bisa digunakan untuk ruang luar dan dalam. Dengan mengadopsi teknologi dari Jerman produk diklaim lebih tahan api dibanding produk serupa lainnya. Ketika terjadi kebakaran pada panel, api hanya menyala di satu titik dan tidak menyebar. Penampilan GRM menyerupai kayu asli sehingga sangat cocok diterapkan pada hunian yang mengedepankan dekorasi interior dan eksterior alami. Panel tersedia dalam enam bentuk unik. Tebal dan panjang masing-masing panel: dinding 3 – 28 mm dan 50 – 340 mm, lantai 12 mm dan 113 – 200 mm, plafon 8 – 45 mm dan 65 – 270 mm. Harga tergantung permintaan dengan garansi produk hingga 10 tahun.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me