Pemangkasan Pajak Properti dalam Paket Kebijakan Ekonomi V

Big Banner

Menko Perekonomian Darmin Nasution mengumumkan ada tiga kebijakan deregulasi dalam Paket Kebijakan Ekonomi Jilid V yang diumumkan pada Kamis (22/10) kemarin. Kebijakan tersebut antara lain evaluasi aset, deregulasi di bidang perbankan syariah, serta menghilangkan pajak berganda pada investasi real estate, properti dan infrastruktur. 

Pemangkasan pajak di investasi real estate, properti dan infrastruktur dilakukan oleh pemerintah guna mengembangkan produk pasar modal Indonesia yang masih terbatas. Hal ini menyebabkan kapitalisasi Bursa Efek Indonesia cenderung rendah dibanding negara-negara lain. Produk-produk seperti Kontrak Investasi Kolektif (KIK) untuk infrastruktur, KIK – DIRE (Dana Investasi Real Estate) untuk bidang real estate dan sejenisnya yang dapat mendukung pendalaman pasar keuangan. 

DIRE atau disebut juga REIT adalah kumpulan uang investor yang oleh perusahaan investasi akan diinvestasikan ke bentuk aset properti baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung maksudnya seperti membeli gedung dan tidak langsung misalnya dengan membeli saham atau obligasi perusahaan properti. Saat melakukan DIRE diwajibkan menginvestasikan minimum 80 persen dari dana kelolaannya ke real estate di mana minimum 50 persennya harus berbentuk aset real estate langsung. 

“Penghilangan pajak berganda itu untuk perusahaan yang dibuat dengan maksud melakukan transaksi DIRE dihilangkan. Jadi cukup single tax,” kata Bambang Brodjonegoro, Menteri Keuangan seperti informasi yang diterima Rumahku.com. 

Pemerintah akan menghilangkan double tax pada  segala jenis transaksi KIK, seperti KIK DIRE, KIK EBA, dan yang lainnya. Menurut data OJK (Otoritas Jasa Keuangan), aset yang dijual dalam bentuk DIRE di Singapura nilainya bisa mencapai Rp 30 triliun.

Dengan adanya deregulasi kebijakan ini diharapkan kedepannya bisa menarik dana investasi yang selama ini tersimpan di luar ke pasar keuangan di dalam negeri. Tak hanya mendorong pertumbuhan investasi di bidang infrastruktur dan real estate saja. 

Dampak positif dari adanya pemangkasan pajak ini adalah meningkatnya PPh dari kegiatan usaha di sektor properti, real estate dan jasa konstruksi.

 

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me