Ketersediaan Alat Berat Masih Terbatas

Big Banner

Ketersediaan alat berat untuk konstruksi yang berkualitas masih belum memadai, dimana 68 persen kepemilikan alat berat masih berada di Jakarta, sementara sisanya tersebar di daerah-daerah lainnya. 

Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Yusid Toyib mengatakan, kelayakan alat berat harus diperhatikan dan jangan banyak menggunakan alat berat yang sudah tua dan usang karena berbahaya bagi keselamatan kerja. Biasanya kecelakaan konstruksi bukan hanya karena kesalahan manusia, tetapi juga karena faktor usia alat berat yang sudah tua. 

Nantinya, pemerintah akan mewajibkan para pengusaha pemenang tender Kementerian PU-Pera dengan nilai di atas Rp 200 miliar agar memiliki alat berat atau izin alat berat. Pemerintah juga menyusun katalog alat berat agar pengguna bisa memilih alat berat sesuai kebutuhan, serta akan terus mengumpukan data kepemilikan alat berat yang dimiliki oleh pihak swasta dan negara yang bisa didaftarkan melalui website. 

“APPAKSI (Asosiasi Pengusaha dan Pemilik Alat Berat Konstruksi Indonesia) harus terus mendorong dan melakukan pembinaan kepada para anggotanya untuk bersama-sama meregistrasikan kepemilikan alat berat yang dimiliki melalui website www.mpk.binakonstruksi.pu.go.id,” ujar Yusid, seperti informasi yang diterima Rumahku.com.

 

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me