Pemkot Mataram Sarankan Pengembang Bangun Hunian Vertikal

Big Banner

Mataram – Kepala Dinas Tata Kota dan Pengawasan Bagunan Kota Mataram, HL Junaidi, menyarankan, para pengembang perumahan agar mulai berpikir membangun perumahan dengan konsep vertikal, tidak lagi horizontal.

“Di Kota Mataram saat ini tersisa tidak lebih dari 20 persen lahan kosong yang bisa terbangun, karenanya pengembang perumahan harus berpikir dan membuat konsep perumahan vertikal seperti sebuah apartemen,” katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (26/10).

Pria yang kerap disapa Junaidi ini mengatakan, keterbatasan lahan saat ini harus dapat disikapi cepat oleh para pengembang perumahan, sebab ketika seluruh lahan kosong habis, Mataram terancam stagnan pembangunannya.

Dikatakan, luas wilayah Kota Mataram yang hanya 61 kilometer persegi dengan kepadatan penduduk mencapai 400 ribu jiwa lebih, pemerintah juga dituntut menyiapkan lahan untuk berbagai aktivitas masyarakat, sosial, politik, jasa, pedagangan, pemerintahan dan pendidikan yang tentunya membutuhkan lahan yang tidak sedikit.

Selain itu, pemerintah kota membutuhkan ruang kosong 30 persen untuk ruang terbuka hijau (RTH) serta lahan pertanian berkelanjutan sesuai dengan aturan yang ada. “Dengan demikian, ketika lahan di Mataram makin sempit, ibu kota provinsi ini harus terintegrasi dengan daerah-daerah lain di sekitarnya sebagai penyangga pemenuhan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Atas dasar itu pula, saat ini beberapa pengajuan izin pembangunan perumahan di Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) masih ditunda karena tidak sesuai peruntukan tata ruang.

“Penundaan itu sebabkan pengembang akan membangun perumahan di lahan bukan untuk permukiman,” ucapnya.

Dikatakan Junaidi, dalam pengeluran izin pembangunan perumahan, pemerintah kota tidak boleh gegabah jika hal itu jelas-jelas melanggar aturan.

“Apalagi, saat ini sedang ada kajian untuk lahan pertanian berkelanjutan, pastinya segala pembangunan harus menyisakan lahan untuk pertanian berkelanjutan,” katanya.

Melihat kondisi Kota Mataram saat ini, tambahnya, pemerintah kota juga sedang melakukan evaluasi tata ruang agar pembangunan di kota ini stagnan.

/FER

Antara

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me