Ekonomi Nasional Melemah, Laba Bank BTN Malah Meroket

Big Banner

JAKARTA, jktproperty.com – Di tengah terjadinya pelemahan ekonomi nasional PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) berhasil meraup laba sebesar Rp1,22 triliun pada kuartal III–2015 atau meningkat 61,8% dari posisi laba di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp755 miliar.

Menurut Dirut Bank BTN Maryono, peningkatan laba tersebut ditopang dari pendapatan bunga (interest income) sebesar 15,73% menjadi Rp11,36 triliun di kuartal III-2015 dari posisi interest income sebesar Rp9,82 triliun per September 2015. Adapun posisi ‎Net Interest Income (NII) perseroan naik 24,43% sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Alhasil posisi NII menjadi Rp4,96 triliun, dari posisi NII sebelumnya sebesar Rp3,98 triliun.

“Di tengah pelemahan ekonomi nasional, kinerja BTN justru menunjukkan peningkatan. Kinerja perseroan rata-rata tumbuh di atas industri nasional. Kami optimistis akan mencapai target akhir tahun. Peluangnya masih terbuka lebar dan potensi untuk meningkat menjadi lebih baik ada‎,” ujarnya pada konferensi pers paparan kinerja kuartal III-2015, di kantor pusat BTN, Jakarta, Senin (26/10).

‎Sementara itu, posisi aset perseroan pun ikut bergerak positif. Di mana posisi aset perseroan di kuartal III-2015 mengalami kenaikan 16,58% menjadi Rp166,04 triliun, dari posisi periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp142,43 triliun. Sementara kredit dan pembiayaan tumbuh 19,04% dari Rp110,54 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp131,58 triliun pada 30 September 2015.

Kredit dan pembiayaan yang diberikan perseroan tumbuh lebih baik diatas rata-rata industri nasional per Agustus 2015 yang berada pada kisaran 10,96%. Bank BTN memproyeksikan kredit yang diberikan Perseroan akan terus tumbuh sampai dengan akhir tahun 2015. “Kami mempunyai target sampai dengan akhir tahun pertumbuhan kredit berada pada kisaran 18%-19%,” katanya.

Kebutuhan Rumah Sangat Besar

Menyinggung soal pertumbuhan kredit Bank BTN yang masih cukup tinggi, Maryono mengatakan hal itu disebabkan karena permintaan pasar terhadap kebutuhan rumah masih sangat besar. Perseroan melakukan kegiatan promosi bersama mitra pengembang pada daerah-daerah potensi penyerapan kebutuhan rumah tinggi. Langkah ini dilakukan perseroan sekaligus guna mendukung target pencapaian satu juta rumah yang dicanangkan pemerintahan Jokowi-JK. Respon masyarakat sangat tinggi atas program ini.

Disisi lain dana pihak ketiga perseroan tumbuh dari Rp101,84 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp124,47 triliun pada tahun 2015. Dana pihak ketiga Bank BTN pada tahun 2015 pertumbuhannya mencapai 22,22 %. Pertumbuhan ini juga berada di atas rata-rata industri.

“Kami melakukan banyak kegiatan promosi bagaimana DPK perseroan dapat terdongkrak naik. Program Banjir Hadiah Tabungan eBatarapos hasil kerjasama dengan Posindo, program Tabungan Serba Untung, termasuk program Laku Pandai dengan pemanfaatan jaringan berbasis digital banking telah memberikan kontribusi dalam peningkatan DPK tersebut. Manajemen BTN telah menjalankan strategi korporasi yang benar dengan hasil kerja sampai dengan Triwulan III 2015,” jelas Maryono.

NPL Turun 

Ditengah-tengah trend NPL industri perbankan yang cenderung meningkat, Bank BTN memberikan komitmen untuk terus menurunkan NPL perseroan sampai dengan akhir tahun 2015 di kisaran 3%. Proses untuk menekan NPL itu sudah dapat dilihat dari kinerja 30 September 2015 dimana NPL perseroan turun dibanding tahun sebelumnya.

“NPL Nett Triwulan III 2015 Bank BTN tercatat 3,18% atau turun dari tahun sebelumnya yang sebesar 3,63%. Sampai dengan akhir tahun kami menargetkan NPL Gross akan berada pada kisaran 3%,” kata Maryono.

Oleh karena itu perseroan serius melakukan recovery asset agar kualitas kredit perseroan dapat diperbaiki. Sampai dengan triwulan III-2015, Bank BTN telah melakukan recovery asset sebesar Rp1,12 triliun atau 88,58% dari target. Sampai dengan akhir tahun 2015 Bank BTN merencanakan dapat melakukan recovery asset sekitar Rp1,27 Triliun.

Pada kesempatan itu Maryono juga mengatakan Bank BTN tetap konsisten terhadap core business-nya dalam bidang pembiayaan perumahan. Kinerja Perseroan Triwulan III 2015 masih menunjukkan konsistensi Bank BTN pada bisnis utamanya tersebut. Ini dapat dilihat dari porsi pembiayaan pada kredit perumahan masih mendominasi dengan komposisi 89,61% atau sebesar Rp117,91 triliun dari total kredit yang disalurkan perseroan selama triwulan III-2015 sebesar Rp131,58 triliun. Sementara sisanya yang sebesar 10,39% atau sebesar Rp13,67 triliun disalurkan untuk pembiayaan kredit non perumahan.

Dari total kredit yang dissalurkan ke sektor perumahan tersebut, 30,46% atau sebesar Rp40,08 triliun disalurkan untuk rumah subsidi. Sementara sebesar Rp51,53 triliun atau sekitar 39,16% disalurkan untuk rumah non subsidi. Sisanya masing-masing disalurkan untuk pembiayaan terkait perumahan sebesar Rp8,87 triliun dan kredit konstruksi sebesar Rp17,43 Triliun.

Maryono mejelaskan program sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah telah berdampak positif bagi kinerja perseroan. Program ini juga telah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memiliki rumah layak dengan cara mudah, cepat dan murah.

Menurutnya pemerintahan Jokowi-JK telah berhasil membawa program ini bagi peningkatan kesejahteraan rakyat. Baru pada pemerintahan sekarang ini ada rumah untuk rakyat dengan suku bunga 5% fixed rate sampai dengan masa angsuran dan DP hanya 1%. Ini luar biasa dan masyarakat menikmati program pro rakyat ini.

Maryono menambahkan sampai dengan akhir tahun diprediksi akan terralisasi sekitar 441.428 unit rumah. Sampai dengan September 2015 telah kita realisasi 372.393 unit rumah. Kami akan terus mendorong bagaimana realisasinya bisa bertambah. Ini karena potensi di daerah-daerah masih cukup besar. (EKA)

jktproperty.com