Bunga Pinjaman untuk Pengembang Dinilai Masih Tinggi

Big Banner

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah pengembang menyatakan tingkat beban bunga pinjaman dari perbankan belum mengalami penurunan kendati tren bunga deposito industri perbankan telah melandai.

Pengembang berharap bunga pinjaman tahun depan sudah mulai diturunkan sehingga beban biaya investasi proyek-proyek properti bisa ditekan.

Direktur Keuangan PT Greenwood Sejahtera, Bambang Dwi Yanto, mengatakan tingkat bunga pinjaman dari perbankan saat ini mencapai 12,5%. Bunga tersebut berasal dari pinjaman bank swasta maupun bank persero.

Tingkat bunga perbankan yang cukup tinggi ini menurut Bambang membuat Greenwood mencoba untuk mengkaji opsi sumber pendanaan lainnya, termasuk kontrak investasi kolektif dana investasi real estate (DIRE).

“Terus terang belum ada penurunan, kalau naik cepat sekali,tapi kalau turun lamban. Kalau bunga turun, kami bisa tancap gas tahun depan,” ujarnya kepada Bisnis.com, Senin (26/10/).

Bambang mengatakan, terakhir perseroan mendapat pinjaman dari PT Bank ICBC Indonesia sebanyak Rp400 miliar untuk pembangunan proyek Capital Square di Surabaya. Perseroan mendapat tingkat bunga mengambang sebesar 13% dengan tenor 60 bulan.

Dia mengimbuhkan, selain proyek Capital Square, pada 2016 Greenwood merupaya mempercepat pemancangan tiang perdana proyek kawasan terpadu di Jakarta Barat di atas lahan seluas 5,3 hekatre. “Kami kejar izinnya. Terus terang izinnya ini sulit diprediksi, bisa 3 bulan, bisa juga bertahun-tahun,” ujarnya.

PT Paramount Land juga menyatakan tingkat bunga pinjaman perbankan masih cukup tinggi. Presiden Direktur Paramount, Ervan Adi Nugroho, mengatakan tingkat bunga pinjaman perbankan yang didapat perseroan berkisar 12,5%-13,5%. “Ini untuk investasi maupun modal kerja,” katanya.

Tahun depan, Paramount berencana memulai proyek residensial di Balikpapan dan Manado. Ervan mengatakan, perseroan berniat melakukan pra peluncuran proyek residensial di Manado pada awal November 2015.

Di proyek tersebut, Paramount akan membangun hunian dengan luas terkecil 85 meter persegi dengan banderol harga di kisaran Rp1,5 miliar. Paramount masih menghitung luas unit yang akan diluncurkan pada tahap pertama.

Berdasarkan data Bank Indonesia, rata-rata kredit investasi dan modal kerja hingga Agustus 2015 tercatat 12,21% dan 12,63%. Tingkat bunga tersebut secara tahunan masing-masing 11 basis poin dan 7 bps.

Di sisi lain, bunga deposito mengalami tren penurunan lebih tinggi. Bunga deposito dengan tenor satu bulan, tiga bulan, dan enam bulan turun masing-masing 84 bps, 137 bps, dan 55 bps.

properti.bisnis.com