Siapa Golongan yang Berhak Terima Subsidi Listrik?

Big Banner

Banyak pihak mempertanyakan siapa sebenarnya yang berhak untuk mendapatkan listrik subsidi dari pemerintah? Manajer SDM dan Umum PT PLN wilayah Riau dan Kepulauan Riau, Dwi Suryo Abdullah menerangkan indikator yang digunakan oleh pihak PLN dalam menetapkan anggaran pada penggunanya yang berhak mendapatkan subsidi listrik. 

Kategori dasar yang digunakan oleh PLN terbagi menjadi dua bagian yakni untuk pelanggan dengan daya 450 Volt Ampere (VA), penggunaan daya yang digunakan setiap bulan tidak boleh lebih dari 86 kWh, sedangkan untuk daya 900 VA rata-rata pemakainnya tidak boleh lebih dari 124 kWh per bulannya. Pelanggan yang berhak menerima subsidi biasanya disimpan dalam data TNP2K (Tim Nasional Percepatan dan Penanggulangan Kemiskinan). Secara umum PLN listrik subsidi hanya diberikan untuk pelanggan yang memakai listrik untuk kebutuhan sehari-hari. 

Dwi Suryo menjelaskan seperti ini, Bila dalam satu rumah ada tiga titik lampu dengan daya 40 watt dan digunakan sekitar 10 jam, listrik yang dipakai mencapai 1,2 kWh. Sementara itu untuk televisi dengan daya 100 watt dan menyala enam jam, daya listrik terpakai sebanyak 0,6 kWh. 

Sementara untuk memasak nasi menggunakan rice cooker berdaya 250 watt, akan menghabiskan daya listrik sebanyak 0,88 kWh. Total penggunaan istrik sebesar 2,88 kWh, dalam sebulan mencapai 80,4 kWh. Pelanggan ini termasuk ke dalam layak menerima subsidi. 

Dari penggunaan yang ditetapkan per bulan tersebut, pelanggan subsidi umumnya hanya memakai listrik untuk kebutuhan-kebutuhan ringan sehari-hari seperti penerangan rumah, televisi, serta memasak nasi memakai rice cooker.

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me