Program Sejuta Rumah Berdampak Positif Bagi BTN

Big Banner

(Berita Daerah – Nasional) Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Maryono mengakui jika Program Sejuta Rumah yang diusung oleh Pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan dampak yang positif karena turut membantu mendorong kinerja bank BUMN tersebut.

Maryono di Jakarta, Senin (26/10) mengatakan bahwa pihaknya akan terus mendorong agar realisasinya bisa bertambah. Hal tersebut dikarenakan masih besarnya potensi yang ada di daerah-daerah. Hingga September 2015 telah terealisasi sebanyak 372.393 unit rumah dan sampai akhir tahun diprediksi akan terealisasi sebanyak 441.428 unit rumah.

Sebagai bank BUMN, BTN tetap konsisten dengan bisnis utama (core business) yakni dalam bidang pembiayaan perumahan. Kinerja perseroan Triwulan III 2015 juga masih menunjukkan konsistensi BTN pada bisnis utamanya itu.

Tercatat porsi kredit pembiayaan masih mendominasi dengan komposisi sebanyak 89,61 persen atau sebesar Rp117,91 triliun dari total kredit yang mencapai Rp131,58 triliun. Sementara sisanya yang sebanyak 10,83 persen atau sebesar Rp13,67 triliun disalurkan untuk pembiayaan kredit non perumahan.

Dari total kredit yang disalurkan ke sektor perumahan tersebut, sebanyak 30,46 persen atau sebesar Rp40,08 triliun disalurkan untuk rumah subsidi. Sedangkan sebesar Rp51,53 triliun atau 39,16 persen disalurkan untuk rumah non subsidi. Sisanya masing-masing disalurkan untuk pembiayaan terkait perumahan sebesar Rp8,87 triliun dan kredit konstruksi Rp17,43 triliun.

Dirut BTN menambahkan bahwa Program Sejuta Rumah telah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memiliki rumah layak dengan cara mudah, cepat dan murah. Program tersebut juga dinilai memberikan peningkatan kesejahteraan kepada masyarakat.

Pemerintahan saat ini dinilai sangat memihak kepada masyarakat terkait dengan pembangunan rumah karena memberikan suku bungan sebesar 5 persen (fixed rate) sampai dengan selesai masa angsuran dan uang muka yang hanya sebesar 1 persen. Program ini dinilai sangat dinikamti oleh masyarakat karena berpihak kepada masyarakat berpenghasilan rendah.

Sementara itu berdasarkan data Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Perumahan, hingga bulan September 2015 ini total pembangunan rumah untuk masyarakat sudah mencapai angka 493.552 unit yang tersebar di seluruh Indonesia. Angka pembangunan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah mendorong pembangunan sejuta rumah bagi masyarakat pada tahun ini.

Program pembangunan satu juta rumah yang dicanangkan oleh pemerintah dibagi menjadi dua target, pertama adalah pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 603.516 unit dan rumah untuk non MBR sebanyak 396.484 unit rumah.

Akbar Buwono/Regional Analyst at Vibiz Research/VM/BD
Editor : Riris Juanita
image: ant

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me