BPJS Ketenagakerjaan Gandeng BTN Biayai Perumahan

Big Banner

Jakarta – BPJS Ketenagakerjaan menggandeng PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dalam rangka memberikan kemudahan pembiayaan perumahan melalui fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) untuk peserta BPJS Ketenagakerjaan. Peserta akan mendapat kemudahan dalam pembiayaan perumahan, serta bisa memanfaatkan kredit BTN lainnya.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G Massasya mengatakan, peserta yang dapat memanfaatkan fasilitas pembiayaan rumah adalah peserta aktif minimal satu tahun. “Mereka dapat mengajukan kredit ke kantor cabang Bank BTN. Hanya rumah pertama yang mendapatkan fasilitas ini,” katanya dalam penandatanganan MoU kerjasama dengan BTN di Jakarta, Selasa (27/10).

Rumah yang diajukan, sambungnya adalah rumah pertama. Sementara, bagi pasangan suami istri yang merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan, hanya salah satu yang mendapat fasilitas tersebut. Adapun jangka waktu pembiayaan yang diberikan bisa mencapai 15-20 tahun.

Selain dengan BTN, Elvyn menambahkan, pihaknya juga akan menggandeng perbankan lain untuk mempercepat program Sejuta Rumah. Pekan lalu, BPJS Ketenagakerjaan baru saja menjalin MoU dengan Syailendra Capital dan Orascom Housing Communities dalam membangun kota terpadu. Pembangunan tersebut dinilai berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) pada lahan seluas 200 hektare (ha) di Jawa Barat (Jabar).

Direktur Utama Bank BTN Maryono menambahkan, fasilitas lainnya yang dapat diterima peserta BPJS dari Bank BTN adalah kredit konstruksi, kredit pemilikan rumah dan pinjaman uang muka perumahan.

Untuk jangka waktu pinjaman uang muka perumahan mengacu pada jangka waktu yang ditetapkan Bank BTN dengan batas maksimal 15 tahun. Sedangkan untuk kredit konstruksi waktu yang ditetapkan berasal dari Bank BTN.

Sebut dia, ada tiga pilihan suku bunga yang diberikan pada fasilitas ini. Pertama, suku bunga yang diberikan dari fasilitas ini berasal dari acuan BI rate plus hitungan bunga Bank BTN. Kedua, untuk pengajuan KPR non-subdisi dan pinjaman uang muka bunga yang diberikan, sebesar BI rate ditambah 3% per tahun. Ketiga, suku bunga KPR rumah subdisi mengacu dari ketentuan pemerintah plus sistem anuitas tahunan Bank BTN.

Kerjasama ini, lanjut Maryono merupakan semangat dari program Sejuta Rumah. Di mana, pekerja dapat memiliki rumah karena mereka memiliki potensi masa depan cukup baik. Namun sayangnya, pada umumnya mereka pada umumnya belum memiliki rumah yang layak.

BTN sebut dia, awalnya memiliki target untuk membiayai 431.000 unit rumah pada program Sejuta Rumah. Hingga program tersebut dicanangkan hingga September realisasinya sudah mencapai 327.000 unit. Diharapkan, hingga akhir tahun realisasinya bisa diatas target yakni 441.000 unit.

“Diharapkan bisa diselesaikan diatas 100 persen dari rencana tahap pertama. Ini sudah kami sampaikan ke pak menteri, sehingga target pemerintah lebih cepat terwujud,” ungkapnya.

Investor Daily

Lona Olavia/AF

Investor Daily

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me