Bidik 7 Juta Peserta BPJS-TK, Bank BTN Optimis Raih Rp20 Triliun

Big Banner

JAKARTA, jktproperty.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memiliki peluang mendapatkan dana sedikitnya Rp20 triliun dari kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Kerjasama BTN-BPJS Ketenagakerjaan akan merealisasikan pembangunan 100.000 unit rumah dengan kisaran harga Rp200 jutaan per unit.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G. Masassya menuturkan perseroan menggandeng BTN untuk bisa memberikan manfaat lebih bagi pesertanya. Dari kemitraan tersebut, peserta BPJS Ketenagakerjaan bisa memperoleh kemudahan dalam mengakses kredit pemilikan rumah (KPR), pinjaman uang muka (PUM), dan kredit konstruksi (KK).

Skema kerja sama yang diterapkan, papar Elvyn, yakni BPJS Ketenagakerjaan bakal menempatkan dana dalam bentuk deposito di BTN sesuai dengan nilai kredit yang disalurkan bank spesialis KPR tersebut. “Sistemnya tergantung berapa banyak KPR yang disalurkan BTN. Kami ekspektasi akan ada 100.000 unit dengan harga rata-rata Rp200 juta atau setara Rp20 triliun,” katanya usai penandatanganan kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan di Jakarta, Selasa (27/10).

Elvyn mengatakan secara keseluruhan ada 7 juta peserta BPJS yang belum memiliki rumah dan berpotensi mengakses KPR BTN.

Sementara itu Direktur Utama Bank BTN Maryono mengungkapkan perseroan berpotensi memperoleh dana lebih besar dari Rp20 triliun. Sebab, lanjut dia, BTN bakal mengkaji kerja sama lain yang juga menjadi segmen bisnis perseroan.

Menurut Maryono, pihaknya membidik bakal menyalurkan KPR bagi 2% dari potensi 7 juta peserta BPJS tersebut atau setara 14.000 entitas. Dengan menyasar peserta BPJS Ketenagakerjaan, tambah dia, bakal meningkatkan jumlah KPR bagi segmen non-masyarakat berpenghasilan rendah (non-MBR). “Dengan kerja sama ini, kami akan menawarkan bunga KPR sebesar BI Rate plus 3%,” kata Maryono

Maryono menambahkan kerjasama yang ditandatangani antara BTN dengan BPJS TK ini terkait produk perumahan pekerja kerjasama bank. Program ini adalah fasilitas yang diberikan BPJS TK kepada para pekerja dan perusahaan yang telah terdaftar sebagai peserta program jaminan sosial ketenagakerjaan dan memenuhi syarat untuk mendapatkan fasilitas perumahan. Dalam hal ini BTN akan memberikan fasilitas menyangkut Kredit Konstruksi (KK), KPR dan Pinjaman Uang Muka (PUM).

Sementara dijelaskan oleh Maryono skema kerjasama BTN dengan BPJS TK terkait program ini adalah dengan dilakukan diawal pebukaan dan penempatan rekening perumahan pekerja kerjasama bank program jaminan hari tua dalam bentuk deposito yang bersumber dari dana jaminan hari tua yang dibuka atas nama BPJS TK di Bank BTN. Penempatan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan. Pola penyaluran dana ini adalah executing yang dilakukan oleh Bank BTN dalam bentuk KK, KPR dan PUM.

Pelaksanaan dan segala risiko pembiayaan PPKB ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab BTN. Ini terkait dengan kompetensi dan pengalaman pembiayaan perumahan yang sudah dilakukan BTN selama ini. Kami akan professional menjalankan program ini dan tetap akan GCG, tegas Maryono.

Kerjasama Bank BTN dengan BPJS Ketenagakerjaan dimulai sejak tahun 2006 dengan Program Perumahan Bagi Peserta Jamsostek melalui Kredit Pemilikan Rumah Sederhana Sehat Jamsostek (KPRSHJ), Kredit Pemilikan Rumah Jamsostek (KPRJ), Kredit Kontruksi Jamsostek (KKJ). Tahun 2008 kerjasama tersebut berubah menjadi Pinjaman Uang Muka (PUMP-KB) Jamsostek. Sampai dengan Juni 2015 telah terealisasi dari kerjasama program ini rumah sebanyak 29.945 unit dengan jumlah penyaluran lebih dari Rp560 miliar. (DHP)

jktproperty.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me