Aviliani: Properti Bukan Turun, Tapi Kembali Normal

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Sektor properti yang mengalami pertumbuhan tinggi pada periode 2012-2013 merupakan kondisi upnormal akibat kondisi perekonomian global dan nasional yang sangat mendukung. Keadaan tersebut merupakan bonus karena pertumbuhannya tidak wajar. Sektor properti waktu itu diuntungkan situasi karena Amerika Serikat (AS) setiap bulan mencetak uang sebesar 85 miliar dollar. Dana ini beredar ke seluruh dunia termasuk ke Indonesia. Masa itu kita kebanyakan uang masuk.

Aviliani

Aviliani

“Situasi tersebut membuat kurs rupiah menguat dan harga komoditas Indonesia naik. Hal ini membuat properti booming. Sekarang keadaannya kembali normal, bukan turun. (Properti) tumbuh wajar,” pengamat ekonomi Aviliani kepada housing-estate.com di Jakarta, Selasa (27/10).

Menguatnya harga komoditas tersebut membuat pengusaha agro industri dan pemilik  kebun di luar Jawa berlimpah uang. Mereka pada memborong properti di Jakarta dan kota-kota besar di Jawa. Tidak sedikit membeli lebih dari satu unit, bahkan sebagian ada yang membeli apartemen satu hingga dua lantai.

Kendati kondisinya berubah sektor ini dinilai Aviliani masih akan terus berkembang. Potensi pasarnya sangat besar karena pertumbuhan orang kaya di Indonesia cukup besar. Saat ini jumlahnya mencapai 50 juta orang. Mereka membeli rumah bukan untuk dihuni tapi untuk investasi.

Ia mengatakan saat ini waktu tepat membeli properti.  Kalau mau investasi atau membeli  masa depan harus dilakukan sekarang karena harganya tidak tinggi seperti 2-3 tahun lalu. “Jangan membeli masa depan saat masa depan itu sudah datang, secara investasi kita akan ketinggalan. Tidak perlu takut dengan ketidakpastian di dunia bisnis, yang penting kita melakukan perhitungan cermat,” imbuhnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me