4 Alasan Apartemen di Ciputat Layak Dilirik

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, jadi sentra baru pengembangan apartemen di dekat Jakarta.  Tiga hingga empat tahun terakhir dipasarkan lima proyek apartemen. Pionernya Green Lake View (2.800 unit) yang dikembangkan Cempaka Group di Jl Dewi Sartika. Apartemen lima menara dekat fly over Ciputat itu sudah menyelesaikan dua tower. Setelah itu muncul berturut-turut City Light (1.300 ha) di Jl Ir Juanda, Bailey’s Lagoon (1.200 unit) Jl Dewi Sartika, The Spring Residences (2.500 unit) Jl Oto Iskandardinata (Otista), dan paling buncit Altera Residence (3.768 unit).

Spring Residence Ciputat

Spring Residence Ciputat

Total jenderal jumlah hunian vertikal yang dipasarkan di Ciputat lebih dari 11 ribu unit. Jumlahnya cukup banyak mengingat proyeknya hanya lima. Tidak tertutup kemungkinan bakal muncul proyek-proyek apartemen baru di kawasan. Green Lake View dan City Light sudah menyelesaikan sebagian towernya. Tiga lainnya dalam tahap pembangunan. Semaraknya pembangunan apartemen di Ciputat secara umum disebabkan dua hal, kebutuhan hunian yang sangat besar serta keterbatasan dan mahalnya harga lahan.

Terlepas dari latar belakangnya, apartemen di Ciputat layak dilirik. Setidaknya ada empat alasan yang mendasari, sebagai berikut.

1. Harga terjangkau

Dibanding rumah biasa (landed house) harga sejumlah apartemen di Ciputat lebih

terjangkau. Harganya mulai Rp200 jutaan per unit. The Spring Residences, misalnya, memasarkan tipe studio (22 m2) seharga Rp281 juta . Apartemen lainnya mulai Rp300 – 400 jutaan, seperti Green Lake View dan Baley’s Lagoon. Tipe 2 kamar (44 m2) dan 3 kamar (67 m2) bisa didapat seharga Rp529 juta dan Rp715 juta.

Sementara rumah tapak di Ciputat yang termurah harganya Rp500 jutaan. Itu pun sangat terbatas.  Perumahan yang memasarkan tipe ini hanya TreVista Ciputat di Jl Cipunegara, Cipayung, Ciputat, seharga Rp596 juta (39/60). Perumahan lainnya rata-rata harganya mulai Rp700 jutaan, paling banyak di atas satu miliar.

2. Dekat pusat bisnis

Kawasan Ciputat berbatasan langsung dengan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Menuju

pusat bisnis di Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, cukup dekat. Aksesnya bisa melalui Jl Ir Juanda (Jl Raya Ciputat) atau Jl Raya Cirendeu-Pondok Cabe. Dari beberapa apartemen di Ciputat ke TB Simatupang sekitar 30 menit. Di koridor bisnis ini dipasarkan sejumlah apartemen untuk kalangan menengah atas. Harganya rata-rata Rp2 miliaran ke atas.

Koridor TB Simatupang masih akan terus berkembang. Dalam beberapa tahun ke depan akan dibangun sembilan gedung perkantoran baru. Perusahaan-perusahaan besar nasional dan multi nasional sudah memindahkan kantor pusatnya dari kawasan segitiga emas Jakarta ke sini. Terbaru Citi Indonesia yang akan menempati gedung South Quarter.

3. Dekat fasilitas

Dukungan fasilitas di kawasan Ciputat cukup memadahi. Di sini terdapat kampus UIN,

Universitas Muhammadiyah,  hypermarket, rumah sakit. Menuju kawasan elit Pondok Indah, Jakarta Selatan, yang memiliki fasilitas komplit, seperti mal, padang golf, sekolah favorit juga dekat. Ke Bintaro Jaya, Pondok Aren, Tangerang Selatan, yang fasilitasnya tidak kalah komplit sekitar 30 menit.

4. Dekat MRT

Penghuni apartemen di Ciputat termasuk yang paling mudah memanfaatkan angkutan

cepat massal atau mass rapit transit (MRT) Lebak Bulus – Bundaran HI – Kampung Bandan (Jakarta Utara).  Depo dan stasiunnya berada  di bekas terminal dan stadion Lebak Bulus. Dengan adanya MRT penghuni apartemen yang berkantor di Jl Jend Sudirman atau MH Thamrin bisa menumpang MRT dari Lebak Bulus. Lebak Bulus – Bundaran HI hanya membutuhkan waktu tempuh 30 menit. Cepat, nyaman, dan efisien. Dari rumah cukup naik angkutan umum atau membawa kendaraan pribadi, diparkir di stasiun selanjutnya naik kereta.

 

housing-estate.com