Perumahan Islami Ini Diminati Konsumen

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Perumahan yang mengusung tema agama (Islam) awalnya hadir di Depok, Jawa Barat. Tema tersebut kini diterapkan PT Tujuh Safdah Gemilang (TSG) di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat. Nama perumahannya Kampung Islami Thoyibah (KIT) di Jl Kali CBL. Heru Chaerudin, Direktur Utama TSG,  menyatakan di perumahan ini akan dilaksanakan kegiatan dakwah Islam secara kontinyu. Bentuk kegiatannya antara lain pembahasan masalah-masalah ke-Islam-an, belajar bahasa Arab dan Inggris.

Kampung Islami Thoyibah

Kampung Islami Thoyibah

“Kami memiliki komunitas jamaah pengajian yang secara rutin akan menghidupkan kegiatan di perumahan ini. Jadi kami bukan sekadar menjual konsep Islami kemudian setelah laku ditinggalkan,” ujar Heru kepada housing-estate.com di Bekasi, Senin (26/10).

Menurut Heru, konsep yang ditawarkan sama sekali tidak menyempitkan pasar. Calon konsumen menyatakan minatnya sangat banyak. Mereka dari para jamaah dan komunitas di beberapa kota. Kendati permintaannya banyak pemasaran tahap kedua akan dibuka bulan Desember 2015 mendatang menunggu pembangunan tahap pertama selesai.

Tahap pertama (4,5 ha) sebanyak 196 unit yang dipasarkan Februari 2015 sudah terjual habis. Tahap kedua sebanyak 1.000 unit akan dikembangkan di area seluas 9,5 ha. Ada dua tipe yang ditawarkan, 27/84 dan 42/96 seharga Rp200 juta dan Rp250 juta.

Perumahan akan dilengkapi ruko dan sekolah. Berbeda dengan perumahan lain, ruko yang dibangun hanya disewakan dan tetap menjadi milik developer. Ruko ini akan dikelola seperti pasar di Madinah, Arab Saudi, saat azan berkumandang langsung tutup untuk melaksanakan sholat berjamaah di masjid.

Pembiayaan proyek ini menggunakan crowdfunding atau penggalangan dana dari masyarakat muslim di Singapura, Malaysia, dan Brunei yang menjamin bebas riba. Para investor ini nantinya akan mendapatkan bagian keuntungan dari penjualan rumah. “Sistem ini baru diterapkan pertama kali di Indonesia. Kami sudah mencoba menerapkan system ini dengan membeli beberapa unit properti di Jakarta, Bandung, dan daerah lainnya,” ujarnya.

Menurut Ronald Wijaya, Direktur PT Ethis Indo Asia, perusahaan funding asal Singapura yang men-support proyek ini, pembiayaan KIT melibatkan sekitar 60 investor. Mereka member kontribusi minimal 5 juta dolar Singapura. Para investor tersebut akan diberi laporan lengkap dan berkala terkait dana yang diinvestasikannya. “Para investor tersebut selama periode 6 – 8 bulan sudah mendapatkan margin 8 persen,” katanya.

housing-estate.com