KPR di Sumut Mengarah Masyarakat Berpendapatan Tetap

Big Banner

Bisnis.com, MEDAN – Wakil Pemimpin Bisnis Wilayah Sumut PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Wahyu Widiono mengatakan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) di Sumut saat ini lebih mengarah pada masyarakat berpendapatan tetap (fix income).

Wahyu mengatakan bahwa penyaluran kredit perbankan saat ini juga mencatatkan perlambatan, khusunya untuk sektor komoditas. Akhir-akhir ini, katanya, kondisi sawit dan karet mulai mencatatkan pembaikan sehingga harga per tandan buah segar membaik sehingga hal tersebut kembali membuat bisnis mulai bergairah.

“Saat ini, KPR lebih fokus kepada fix income,” katanya pada Bisnis.com.

Pada kesempatan terpisah, Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Sumatra Utara (Sumut) Umar Husin mengatakan bahwa bisnis properti di Sumut mengalami perlambatan sekitar 25%–30% hingga akhir tahun, terutama pada pembangunan rumah menengah dan mewah.

Umar mengatakan segmen yang saat ini sedang digenjot adalah rumah sejahtera tapak. Adapun total rumah yang telah dibangun sampai Oktober 2015 telah mencapai 5.000 unit untuk masyarkarat berpenghasilan rendah. Adapun daerah yang menjadi sasaran pembangunan rumah sejahtera tapak adalah Deliserdang, Binjai, Rantau Prapat dan juga Nias. Umar juga tak menampik bahwa pembangunan rumah tersebut dilakukan di 32 kabupaten/kota.

Umar menyebutkan, 65% anggota REI Sumut saat ini menggarap RST. Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menargetkan Sumut mampu menyediakan total 16.305 rumah subsidi sejahtera tapak.

properti.bisnis.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me