Kepemilikan Properti Asing Dinilai Untungkan Broker

Big Banner

Bisnis.com, JAKARTA—Satu pelaku usaha menilai kepemilikan properti oleh asing mampu membuka ceruk pasar baru bagi para broker.

Country Director Ray White Indonesia Johann Boyke Nurtanio mengatakan, pemberlakuan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) membawa peluang baru bagi bisnis properti karena banyaknya investor besar yang masuk ke dalam negeri.

Pemerintah juga sudah mendukung dengan berencana mengeluarkan kebijakan kepemilikan properti bagi WNA untuk properti jenis kondominium dengan harga di atas Rp10 miliar.

Selama ini, orang asing sudah banyak yang melakukan pembelian properti di Bali, walaupun bukan atas nama sendiri. Pasar ini juga terbatas pada golongan dewasa tua yang sudah mapan.

Pada produk kondominium, sambungnya, mayoritas orang asing senang membeli tipe dua kamar tidur. Dengan perkiraan harga hunian vertikal mewah rerata Rp50 juta per m2, maka untuk mengejar angka Rp10 miliar dibutuhkan unit berukuran 200 meter. Sedangkan dari pasokan yang ada, luasan tersebut tersedia mulai untuk tipe tiga kamar

“Di sinilah menjadi tantangan bagi pengembang untuk menyediakan produk sesuai pasar yang baru,” ujarnya kepada Bisnis.com di Jakarta, Kamis (29/10/2015).

Menurut Johann, angka Rp10 miliar cukup tinggi, tetapi harga properti di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan negara lain. Sebagai contoh, harga apartemen mewah di Singapura dibanderol mulai Rp150 juta per m2.

Dengan pembatasan harga yang cukup tinggi, developer terdorong untuk menyediakan properti mewah secara khusus kepada segmen WNA. Hal ini tentunya mencegah harga properti melambung secara menyeluruh sehingga semakin sulit diakses oleh pasar lokal.

Kepemilikan properti oleh WNA juga membuka pasar baru bagi usaha broker. Biasanya, semakin tinggi harga, maka semakin tipis jumlah pasarnya. Secara otomatis, jasa pelayanan penjualan semakin dibutuhkan.

properti.bisnis.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me