Penjualan SCG Indonesia Tumbuh 12 Persen

Big Banner

BANGKOK, KOMPAS.com – SCG Indonesia mencatat pertumbuhan pendapatan penjualan sebesar 12 persen secara tahunan senilai Rp 1,256 miliar atau setara 91 juta dollar AS. Pertumbuhan ini terutama dipicu oleh peningkatan permintaan pasar semen dan kinerja bisnis beton siap pakai.

Secara umum, hingga kuartal III-2015, SCG Indonesia memiliki total aset senilai Rp 17,637 milyar atau ekuivalen dengan 1,205 juta dollar AS. Total aset SCG Indonesia ini mengalami kenaikan 28 persen secara tahunan ebrkat investasi Semen Jawa.

Untuk diketahui, pembangunan pabrik semen SCG yang pertama di Indonesia, Semen Jawa, telah selesai sepenuhnya. Proses produksi klinker juga sudah mulai beroperasi pada September 2015 sesuai rencana.

Selain semen dan beton siap pakai, kinerja SCG Indonesia di unit bisnis kimia juga mencatat hasil positif. Hal ini itandai dengan peningkatan keuntungan. Kini, perusahaan tengah menjalankan strategi pengembangan inovasi produk dan jasa dan mengembangkan inovasi untuk memenuhi tren permintaan eldercare.


Konsolidasi SCG

Meski pendapatan penjualan SCG Indonesia tumbuh, namun di kawasan Asia Tenggara justru menurun. Presiden dan CEO SCG Kan Trakulhoon, mengungkapkan, pendapatan penjualan sebesar Rp 43,455 miliar atau 3,146 juta dollar AS, turun 11 persen secara tahunan dan 3 persen secara triwulanan.

Merosotnya penjualan ini disebabkan turunnya harga produk kimia yang dipengaruhi oleh melemahnya harga minyak mentah. Namun demikian, hal ini tak memengaruhi keuntungan perusahaan yang tercatat naik 15 persen secara tahunan sebesar Rp 3,527 triliun. Keuntungan ini berasal dari marjin keuntungan produk kimia yang terus naik walau terdapat kerugian stok (stock loss) sebesar Rp 846 miliar.

Sementara, pendapatan penjualan produk dan layanan bernilai tambah tinggi atau High value added  (HVA) melonjak 34 persen secara tahunan senilai Rp 48,510 miliar atau berkontribusi sebesar 37 persen dari total pendapatan penjualan perusahaan.

SCG telah menginvestasikan Rp 920,382 miliar terhadap riset dan pengembangan atau reasearch and development (R & D) dari total anggaran sebesar Rp 1,876 triliun tahun 2015. Investasi R & D akan meningkat menjadi Rp 2,619 triliun tahun 2016 dan Rp 3,245 triliun tahun 2017.

Per 30 September 2015, total aset SCG senilai Rp 204,197 miliar, sedangkan total aset SCG di Asia Tenggara (di luar Thailand) senilai Rp 41,063 miliar berkontribusi sebesar 20 persen terhadap total aset konsolidasi SCG.

“Investasi perusahaan di Asia Tnggara masih sesuai rencana, termasuk pabrik semen di Kamboja yang sedang dalam produksi tahap ke-2, juga pabrik semen di Myanmar dan Laos yang akan mulai beroperasi masing-masing pada tahun 2016 dan 2017,” jelas Kan dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Rabu (28/10/2015).

Menurut Kan, SCG akan terus menciptakan inovasi produk dan layanan sesuai kebutuhan pasar. Terutama di kawasan Asia Tenggara yang memungkinkan perusahan menawarkan produk dan solusi yang menjawab kebutuhan gaya hidup pelanggan.

Salah satu solusi tersebut adalah inovasi untuk pasar eldercare yang dapat meningkatkan kualitas hidup para lansia, membantu mereka untuk hidup lebih nyaman, aman, dan bebas dari rasa khawatir.

 

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me