Penanganan Sanitasi yang Buruk Bisa Memicu Konflik Antar-wilayah

Big Banner

BOGOR, KOMPAS.com – Indonesia terus berjuang membangun layanan sanitasi sesuai standar dan tidak mencemari lingkungan. Menurut catatan Sekjen Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR), Taufik Widjoyono, meski sanitasi yang sudah tertangani dengan baik mencapai 60,9 persen namun bukan berarti sisa 39,1 persennya diabaikan begitu saja.

“Kami upayakan untuk dapat mengejar target 100 persen sanitasi standar yang dapat diakses masyarakat hingga 2019 mendatang,” ujar Taufik kepada Kompas.com, Kamis (29/120/2015).

Pasalnya, lanjut Taufik, sanitasi merupakan kebutuhan mendasar yang harus terpenuhi. Jika diabaikan, bisa menimbulkan  konflik antar-wilayah dan antar-pemerintahan daerah. Konflik antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Daerah Bekasi adalah contoh betapa layanan sanitasi yang buruk merusak relasi keduanya.

Sementara kota-kota lainnya yang potensial terjadi konflik adalah Bandung, Surabaya, dan Medan. Ketiganya, menurut Taufik memiliki kendala keterbatasan lahan kosong yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat pengelolaan sanitasi. Ketiga kota ini juga memiliki risiko tinggi karena harus bersinggungan dengan wilayah penyangganya.

“Sanitasi itu kan terkait pengelolaan limbah atau sampah juga yang berasal dari kegiatan ekonomi maupun rumah tangga. Pengelolaan yang tidak cerdas akan membuat sungai tercemar, lahan kosong dan udara pun dapat terpapar polusi sampah,” cetus Taufik.

Karena itu, Kementerian PUPR yang menganggarkan dana Rp 27,3 triliun selama lima tahun untuk menggenjot pertumbuhan sanitasi standar dua persen per tahun. 

Selain pengembangan sanitasi standar secara fisik, hal lain yang menjadi perhatian adalah kampanye perubahan perilaku terhadap pentingnya sanitasi yang baik dan sehat, serta mengatur tata ruang dan permukiman yang lebih baik.

“Ini dilakukan supaya tidak lagi terjadi persinggungan antar-wilayah atau antar-pemerintah daerah. Kalau ada kerjasama yang terjalin masalah sanitasi akan tertangani dengan baik,” imbuh Taufik.

properti.kompas.com