Setelah BSD, AEON Hadir di Sentul City

Big Banner

Sukses di dunia otomotif, elektronik dan belakangan merambah dunia properti, kini investor Jepang juga mulai melirik peluang bisnis di ranah shooping mall. Salah satunya AEON Mall. 

Mal asal negeri matahari terbit ini bakal mengembangkan sayap bisnisnya ke daerah Bogor, tepatnya di Sentul City.  Hal ini telah ditandai dengan prosesi ground breaking pada Rabu (28/10). 

Jepang saat ini memang sedang gencar menanamkan modalnya di Indonesia. AEON Sentul City sendiri merupakan shooping mall ketiganya yang dibuka di Indonesia, setelah di BSD, Serpong dan Jakarta Garden City di Cakung. 

Mengincar investasi jangka panjang, petinggi AEoN mengatakan mereka tidak terlalu terpengaruh dengan kondisi ekonomi Indonesia yang sedang melemah belakangan ini. Mereka optimistis Indonesia ke depan bakal menjadi salah satu negara maju. 

“Kami berinvestasi dalam jangka panjang, untuk 20 sampai 30 tahun ke depan. Jadi kami tidak hanya melihat kondisi saat ini, tapi kondisi jangka panjang ke depan,” kata Ryuma Okazaki, Presiden Direktur PT AEON Mall Indonesia. 

Berdiri di atas lahan seluas 8 hektare, AEON  berlokasi di kawasan strategis, Central Business District (CBD) pertama di Sentul City. AEON Mall nantinya akan menjadi bagian dari area superblok dimana pengembang Sentul City akan membangun empat tower apartemen, satu gedung perkantoran dan satu hotel bintang lima yang berdampingan langsung dengan mal.

“Jadi posisinya, PT Sentul City membuat bangunan atau gedung, dan akan disewa pihak AEON selama 20 tahun. Jadi pihak AEON bertanggungjawab penuh untuk operasional shooping mall. Sedang untuk apartemen dan hotel akan menyesuaikan dengan target market AEON, yaitu segmen middle up,” kata jelas Andrian Budi Utama, Vice President Sentul City kepada Rumahku.com. 

Lebih lanjut Adrian menjelaskan, untuk pembangunan CBD secara keseluruhan total investasi Sentul City mencapai empat triliun. Sedang khusus untuk AEON Mall, total investasi sebesar 1.2 triliun. 

“Di satu aera tersebut nanti akan ada dua mal AEON, yang pertama seluas 8 hektare, sedang yang kedua di atas lahan seluas 6 hektare. Yang pertama direncanakan dapat selesai pada 2018, sedang yang kedua belum dipastikan kapan akan dimulai pembangunannya,” kata Andrian. 

Pihak Sentul City dalam hal ini, sangat menyambut baik kehadiran AEON di kawasan superblok-nya. AEON diharapkan dapat merangsang lagi minat masyarakat untuk kembali melirik produk Sentul City. Menurut Andrian, hadirnya AEON berarti terjadi peningkatan fasilitas yang terdapat di dalam kawasan superblock-nya, sehingga niatan untuk menjadikan Sentul City sebagai sebuah kota mandiri dapat terwujud. 

”Dalam kondisi ekonomi negeri yang sedang melemah saat ini, memang cukup berpengruh pada target marketing kami, saat ini baru tercapai di kisaran70 persen. Hadirnya AEON diharapkan dapat kembali meraih kepercayaan masyarakat terhadap Sentul City,” tutur Andrian. 

Sementara itu menurut pihak AEON, Chiba Seiichi selaku Chief ASEAN Business Officer PT AEON Mall, merasa optimistis bahwa peluang pasar di Indonesia untuk bisnis shooping mall masih sangat terbuka, terlebih mereka mengusung konsep mal Jepang yang dikliam unik dan berbeda dari apa yang ditawarkan mal-mal lainnya di Indonesia. 

“Potensi marketnya masih sangat bagus. Selain itu, AEON Mall memiliki konsep sub-urban mal, di mana kami tidak membangun di tengah kota, tapi lebih di pinggiran-pinggiran kota. Konsep ini telah sukses diterapkan di Jepang. Di AEON orang tidak hanya diajak untuk berbelanja, tapi juga diajak untuk rekreasi,” papar Chiba. 

 

 

rumahku.com