Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dinilai Sarat Kepentingan Properti

Big Banner

Proyek high speed railway atau kereta cepat dengan rute Jakarta-Bandung kembali dilanjutkan. Namun sejumlah pihak merasa bahwa proyek tersebut seharusnya dibatalkan karena Jakarta-Bandung bisa dilewati melalui jalan tol, jalur kereta, atau transportasi udara yang sudah memadai.  

Salah satu yang menolak adalah Ketua Institut Hijau Indonesia Chalid Muhammad. Ia curiga bahwa proyek kerjasama antara Indonesia-China tersebut penuh dengan kepentingan yang diusung oleh pihak-pihak tertentu terkait properti.  

“Kami menduga proyek kereta cepat ini adalah hanya untuk melayani kepentingan bisnis properti dari luar negeri,” ujar Chalid, seperti informasi yang diterima Rumahku.com

Kecurigaan tersebut muncul karena lahan-lahan di sejumlah tempat pemberhentian kereta cepat sudah mulai dikuasai pengembang properti. Sehingga Chalid mempertanyakan maksud dari Menteri BUMN Rini Sumarno yang terlihat bersikeras agar proyek kereta cepat tetap berjalan.  

“Ada apa di balik ambisi Rini untuk membangun kereta cepat? Ini perlu diinvestigasi lebih lanjut,” tambahnya. 

Untuk itu, ia meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) membatalkan rencana proyek kereta cepat Jakarta-Bandung karena dinilainya tidak rasional dan bisa menambah beban utang negara.

 

rumahku.com