Developer Bogor Jadi Lebih Pede Dengan LRT

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Developer proyek properti di Bogor, Jawa Barat, mengakui pembangunan light transit rail (LRT) Cawang–Cibubur–Bogor berpengaruh positif terhadap prospek proyeknya. Karena itu mereka menjadi lebih pede mengembangkan proyek ke depan.

Ilustrasi

Ilustrasi

Salah satu developer itu adalah PT Megapolitan Development Tbk yang mengembangkan kawasan terpadu (mixed use) Vivo Sentul (17 ha) di Jalan Raya Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor. “Ya, (pembangunan LRT itu) berpengaruh terhadap prospek proyek kami,” kata Desi Yuliana, Direktur Pemasaran dan Penjualan Megapolitan. “Proyek kita jadi makin mudah lagi diakses nanti,” katanya saat pemancangan tiang pertama (ground breaking) Vivo Sentul di Sentul-Bogor, Kamis (29/10).

Dari Jakarta Vivo Sentul bisa dicapai melalui gerbang tol Sirkuit Sentul (sekitar 3 km), terus ke Jalan Alternatif Sentul Baru sebelum bertemu Jalan Raya Bogor. Salah satu stasiun LRT akan dibuka di gerbang tol Sirkuit Sentul.

Akses lain melalui jalan tol lingkar luar Bogor atau BORR Sentul Selatan–Dramaga keluar di gerbang tol Kedung Halang (perempatan Jalan Raya Bogor–Jalan Pajajaran di Kota Bogor). Stasiun LRT juga akan dibuka di gerbang tol Sentul Selatan. “Jadi dari lokasi Vivo ke jalan tol dan stasiun LRT mudah, ke dalam Kota Bogor (melalui Jalan Pajajaran) juga sebentar, sekitar 15 menit,” ungkap Desi.

Tahap pertama di Vivo Sentul dikembangkan area komersial Galleria Kiosk Mall, komplek ruko Bizpark, pusat perbelanjaan, di atas tanah 7,3 ha. Galleria mulai dibangun Kamis (29/10) bersamaan dengan diluncurkannya Bizpark. Shopping centre menyusul. Shopping centre tujuh lantai di atas tanah 3,7 ha itu kelak diisi outlet ritel dari merek ternama, mulai dari busana, produk elektronik, gadget, kuliner termasuk kuliner di area terbuka (alfresco dining), sampai hiburan dan rekreasi.

“Pengembangan Galleria dan Bizzpark kita dahulukan karena Bogor itu daya belinya saat ini masih trade mall. Shopping centre belum saatnya,” kata Desi. Kendati demikian secara berseloroh ia menampik, Megapolitan pede memulai pembangunan Kiosk Mall dan memasarkan Bizpark karena sudah dimulainya pembangunan LRT. “Duluan proyek kita (dipasarkan).”

Yang jelas Lotte Mart dan CGV Blitz Cinema sudah menyatakan komitmen untuk hadir di Vivo Sentul. “Blitz Cinema menghadirkan konsep studio cinema terkini Spirex, dengan tinggi studio 17 meter yang akan menjadi satu-satunya ikon di Bogor,” jelas Desi.

Sekretaris Korporat Megapolitan Fanny S Sutanto menyebutkan, pengembangan Vivo Sentul dalam 8 – 10 tahun ke depan bisa menelan investasi Rp4 triliunan, tergantung bentuk dan desain setiap proyek di dalamnya. “Saat ini belum semua desainnya fixed. Hunian misalnya, bisa saja nanti apartemen semua, tidak ada rumah tapak. Atau ada apartemen, ada juga rumah tapak. Itu akan mempengaruhi nilai investasi,” katanya.

housing-estate.com