Rp60 Triliun Dana BPJS Siap Masuk Sektor Properti

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan yang mengelola dana ratusan triliun bakal lebih leluasa mengalokasikan uangnya untuk pengembangan perumahan.

bpjs ketenagakerjaan

Pemerintah telah merevisi PP No. 99/2013 dengan menerbitkan PP No. 55/2015. PP tersebut mengatur tentang pengelolaan aset jaminan sosial ketenagakerjaan (Jamsostek) yang sekarang bernama BPJS Ketenagakerjaan. Dengan regulasi baru ini BPJS boleh mengalokasikan dana kelolaannya ke sektor properti hingga 30 persen dari sebelumnya 5 persen.

“Dengan regulasi baru ini kami bisa investasi ke properti hingga Rp60 triliun. Penyalurannya nanti bisa langsung kerja sama dengan pengembang atau kerja sama dengan perbankan untuk menyalurkan pembiayaan khususnya untuk peserta BPJS,” ujar Elvyn G. Masassya, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan di sela-sela penandatanganan kerja sama dengan Bank BTN di Jakarta, pekan ini.

Untuk itu BPJS membuka kerjasama dengan bank selain BTN untuk penyaluran kredit konstruksi dan KPR/KPA. BPJS Ketenagakerjaan sudah sepakat menempatkan dananya sebesar Rp20 triliun di BTN. Dana tersebut ditempatkan di deposito atas nama BPJS.

“Asumsinya Rp20 triliun ini untuk membiayai rumah seharga Rp200 juta sehingga bisa digunakan untuk pembiayaan 100 ribu unit rumah. Pengembang juga bisa mengakses kredit konstruksi dengan harapan biaya konstruksinya menjadi lebih murah sehingga bisa menjual rumah yang lebih terjangkau. Kami yakin potensinya sangat besar karena dari 19 juta peserta BPJS Ketenagakerjaan ada 7 juta peserta yang belum punya rumah,” imbuhnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me